sergap.id, MBAY – Tak ada yang menyangka, kebersamaan itu menjadi perjumpaan terakhir. Ya, Sabtu pagi (3/10/2026), Wakil Bupati Nagekeo, Gonzalo Gratianus Muga Sada, masih berada di tengah masyarakat. Ia datang ke Kampung Degho, Rendu, Kecamatan Aesesa Selatan, bukan untuk sebuah seremoni pemerintahan, melainkan ikut bergotong royong bersama warga memperbaiki ruas jalan yang rusak secara swadaya.

Gonzalo bahkan ikut mengantar semen ke lokasi pekerjaan. Disana ia masih bercengkerama dengan warga. Masih duduk bersama. Masih menikmati kopi. Namun, beberapa saat kemudian, suasana berubah menjadi kepanikan.

Kondisinya tiba-tiba drop. Tubuhnya melemah hingga akhirnya harus dilarikan untuk mendapatkan pertolongan medis.

“Habis minum kopi kemudian jatuh, langsung drop dan langsung dilarikan ke rumah sakit,” ungkap Aron, warga Rendu.

Gonzalo sempat dibawa ke Puskesmas Kota Mbay, Penginanga, sebelum kemudian dirujuk ke RSUD Aeramo.

Namun takdir berkata lain.

Setelah mendapat penanganan medis, kondisi Gonzalo tidak kunjung membaik. Pada Sabtu malam, sekitar pukul 20.10 WITA, Gonzalo dinyatakan meninggal dunia di RSUD Aeramo.

Jenazahnya kemudian disemayamkan di rumah duka di Gang 8, Watukesu, Kelurahan Danga, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo.

  • Tiga Hari Terakhir

Berdasarkan informasi yang disampaikan Bupati Nagekeo melalui Asisten III Setda Nagekeo, Silvester Teda Sada, melalui pesan WhatsApp yang diterima SERGAP pada Minggu (4/10/2026) pukul 11.15 WITA, jenazah Gonzalo akan menjalani rangkaian penghormatan terakhir selama tiga hari.

Prosesi dimulai Minggu (4/10/2026) pukul 11.30 WITA.

Upacara penghormatan terakhir sekaligus pelepasan jenazah akan dilaksanakan di lobi Kantor Bupati Nagekeo dan dipimpin langsung oleh Bupati Nagekeo.

Dari kantor yang selama ini menjadi tempat Gonzalo menjalankan tugas sebagai Wakil Bupati, jenazah kemudian diberangkatkan menuju Desa Solo Rowa, Kecamatan Boawae.

Di kampung halaman keluarga itu, jenazah akan disemayamkan semalam di rumah orang tua, bersama keluarga dan kerabat.

Perjalanan terakhir kemudian berlanjut pada Senin (5/10/2026).

Jenazah Gonzalo akan dihantar menuju Langa Gedha, Kabupaten Ngada. Di sana, keluarga kembali akan memberikan penghormatan terakhir sebelum pada Senin malam dilaksanakan Misa Requiem.

Sehari kemudian, Selasa (6/10/2026), perjalanan itu akan mencapai tempat peristirahatan terakhir.

Jenazah Gonzalo akan dihantar menuju rumah kediaman pribadinya di Bobou, Bajawa, Kabupaten Ngada.

Di tempat itulah Gonzalo Gratianus Muga Sada akan dimakamkan dan beristirahat untuk selamanya. (sg/sg)