Bayi yang tak memiliki sekat jantung bersama kedua orangtuanya di RSD Aeramo, Kabupaten Nagekeo.
Bayi yang tak memiliki sekat jantung bersama kedua orangtuanya di RSD Aeramo, Kabupaten Nagekeo.

sergap.id, AERAMO –  Bayi yang baru berumur 2 bulan dan diberi nama Kristina Gaudensia Coo Pui, didiagnosa menderita penyakit jantung sejak lahir.

Ia kini sedang menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Daerah (RSD) Aeramo, Kabupaten Nagekeo.

Bayi perempuan itu merupakan anak dari pasangan suami istri Bernadinus Mosa Kio (34 tahun) dan Maria Yasinta Ugha (32 tahun), warga Desa Mulakoli, Kecamatan Boawae, Nagekeo.

Bernadinus mengatakan, anaknya lahir pada tanggal 15 Desember 2020 dan proses kelahirannya berjalan normal.

Namun beberapa saat setelah kelahiran, dokter memberitahu bahwa anaknya ada kelainan, dan setelah diperiksa secara lengkap diketahui anaknya mengalami kelainan pada jantung dengan spesifik kelainan yakni tidak memiliki sekat jantung.

“Setelah mendapat hasil rekam medik itu, saya dan istri memilih tetap bertahan di rumah sakit agar anak saya tetap mendapat perawatan dan dipantau terus oleh pihak rumah sakit,”  Bernadinus kepada SERGAP, Senin (22/2/21).

Selama satu setengah bulan, Bernadinus dan istrinya menunggui anaknya di RSD Aeramo. Namun karena kehabisan biaya, ia memutuskan untuk membawa pulang anaknya ke rumah, dan dokter pun mengijinkannya dengan catatan anaknya harus tetap dipasangi oksigen.

“Berdasarkan saran dokter, saya membeli dua tabung oksigen ukuran kecil untuk membantu pernapasan anak saya. Setelah satu minggu berada di rumah,  saturasi oksigen anak saya hanya berkisar pada angka 40 persen saja. Karena cemas, saya bawa anak saya ke Puskesmas Boawae untuk mendapat pertolongan. Tapi oleh pihak Puskesmas menyarankan agar anak saya dirujuk ke RSD Aeramo. Saya kemudian ke RSD Aeramo dan saat ini anak saya sedang mendapat perawatan intensif dari dokter anak,” bebernya.

Bernadinus menjelaskan, berdasarkan anjuran dokter, satu- satunya jalan agar anaknya bisa selamat, maka harus dioperasi di rumah sakit rujukan, yakni Rumah Sakit (RS) Siloam, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat.

Sayangnya, Bernadinus mengaku telah kehabisan uang. Semua uang miliknya telah terpakai habis sejak anaknya lahir hingga dirawat di RSD Aeramo selama 1,5 bulan, plus untuk membeli oksigen dan biaya lain saat anaknya dirawat dirumahnya.

“Saat ini kami sementara urus KIS (Kartu Indonesia Sehat), tetapi tentu akan ada biaya transportasi dan akomodasi lainnya. Itu yang saya tidak punya sekarang ini,” ujar pria yang berprofesi sebagai petani dengan penghasilan pas-pasan itu.

Bernadinus berharap ada kepedulian dari pemerintah atau pihak lain yang peduli bagi kesembuhan anaknya.

“Semoga ada yang tergerak hatinya, baik dari Pemda Nagekeo maupun pihak lainnya. Semoga pula ada keajaiban Tuhan untuk anak kami,” ucapnya, berharap.

NB: jika ada yang ingin membantu bisa langsung mengirim ke rekening BRI: 4619-01-000030- 50-1 atas nama Maria Yasintha Ugha. (sg/sg)

KOMENTAR SESUAI TOPIK DI ATAS

Please enter your comment!
Please enter your name here