
sergap.id, LABUAN BAJO – Angka Rp5 miliar mendadak muncul di tengah pusaran konflik rumah tangga Marianus Sae (MS) dan Yasinta Paulina Ngani alias Yanty yang kini merembet ke ranah hukum.
Sebuah rekaman percakapan telepon berdurasi sekitar delapan menit beredar, memuat pembicaraan yang diduga melibatkan Yanty dan seseorang bernama Doni mengenai uang Rp5 miliar yang dikaitkan dengan kemungkinan pencabutan laporan polisi (LP) terhadap MS di Polres Manggarai Barat (Mabar).
Dalam salah satu potongan transkrip, suara yang diidentifikasi sebagai Yanty terdengar menyampaikan kemungkinan menarik laporan apabila uang dengan nominal tersebut disediakan.
“Kalaupun dia (MS) minta, saya akan omong, bisa saya tarik laporan, kau (MS) siapkan uang Rp5 miliar,” demikian bunyi bagian transkrip rekaman yang beredar.
Penyebutan nominal Rp5 miliar itu kembali terdengar dalam bagian percakapan lainnya. Kali ini, pembicaraan tersebut disertai pernyataan bahwa perceraian dengan MS tetap akan berlanjut sekalipun uang itu disediakan.
“Kecuali kau (MS) siapkan Rp5 miliar untuk saya, setelah Rp5 miliar itu pun kau (MS) tetap saya ceraikan,” ujar Yanty dalam rekaman tersebut.
Saat dikonfirmasi SERGAP melalui WhatsApp pada Senin malam, 12 Oktober 2026, Yanty secara tegas membantah pernah meminta uang Rp5 miliar.
“Maaf tidak pernah. Tidak penting saya tau. Intinya Proses di Mabar tetap berjalan!!!” tulis Yanty.
Dihubungi terpisah, MS membenarkan suara dalam rekaman tersebut adalah suara Yanty.
“Ya itu suara dia”, tegasnya.
Menurut MS, permintaan tersebut merupakan upaya pemerasan terhadap dirinya. (cdp/cdp)





























