Saat ini di Kabupaten Manggarai Barat ada 12 orang positif Covid-19.
Saat ini di Kabupaten Manggarai Barat ada 12 orang positif Covid-19.

sergap.id, KUPANG – Bupati Kabupaten Manggarai, Deno Kamelus, baru-baru ini menyurati Bupati Kabupaten Manggarai Barat, Agustinus Ch Dula. Deno meminta Dula agar Pasien Dalam Pengawasan (PDP) asal Manggarai Barat tidak dirujuk ke RSUD dr Ben Mboi di Ruteng, ibu kota Manggarai.

Alasan Deno, pemerintah pusat telah menetapkan RSUD Komodo di Labuan Bajo sebagai salah satu Rumah Sakit Rujukan di Nusa Tenggara Timur (NTT), selain RSUD WZ Johannes di Kupang dan RSUD Tc Hillers di Maumere, Kabupaten Sikka.

“Memperhatikan perkembangan rujukan pasien asal Kabupaten Manggarai Barat yang akhir-akhir ini lebih banyak diarahkan ke RSUD dr. Ben Mboi dan RS St Rafael Cancar, kami meminta Bapak Bupati Manggarai Barat untuk mengambil kebijakan agar pasien-pasien asal Kabupaten Manggarai Barat langsung saja dirujuk ke RSUD Komodo Labuan Bajo sebagai Rumah Sakit Rujukan,” tulis Deno dalam suratnya tanggal 11 Mei 2020.

Surat itu juga memuat ketentuan untuk warga yang bepergian dari Manggarai Barat sebagai daerah dengan jumlah kasus Covid-19 tertinggi ketiga di NTT.

Deno menegaskan, bagi warga yang bepergian dari Manggarai Barat ke Manggarai wajib membawa Surat Keterangan Sehat dari dokter, Surat Keterangan Hasil Rapid Test, Surat Rekomendasi Perjalanan dari Gugus Tugas Percepatan Pencegahan dan Penanganan Covid-19 Kabupaten Manggarai Barat, serta menunjukkan identitas diri berupa KTP/KK/SIM.

Deno kemudian mendirikan posko Covid-19 di perbatasan, di Weri Pateng, Kecamatan Lelak. Posko berada di jalur trans Flores Ruteng-Labuan Bajo. Semua warga yang bepergian dari Manggarai Barat disuruh pulang karena tidak mengantongi surat keterangan rapid test. Umumnya mereka hanya membawa KTP dan SIM.

“Manggarai Barat sudah 12 orang positif corona maka salah satu upaya pencegahan agar Covid-19 dari Mabar (Manggarai Barat) tidak menular ke Manggarai, yakni kita lock, kita tutup semua akses masuk dari Mabar,” kata Deno pada Jumat, 15 Mei 2020 seperti dilansir vivanews.com, Sabtu (16/5/20).

Balas Surat

Bupati Manggarai Barat Agustinus Ch Dula pun mengirim surat balasan pada tanggal 15 Mei 2020, berisi jawaban atas dua hal pokok. Dia sependapat dengan Deno soal RSUD Komodo di Labuan Bajo sebagai rumah sakit rujukan Covid-19. Tapi Dula meminta agar RSUD dr Ben Mboi dan RS St Rafael Cancar tetap melayani pasien umum asal Manggarai Barat yang berdekatan dengan Kabupaten Manggarai.

“Sekalipun demikian kami sangat mengharapkan kerja sama dari Bupati Manggarai agar pasien umum tetap dilayani di Rumah Sakit Umum Daerah dr Ben Mboi dan Rumah Sakit Santo Rafael Cancar bagi warga masyarakat Kabupaten Manggarai Barat yang secara geografis berdekatan dengan kedua Rumah Sakit tersebut,” tulis Dula dalam surat balasan yang sudah tersebar di media sosial.

Dula juga menyatakan akan menerapkan ketentuan yang sama yang dilaksanakan oleh Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Manggarai.

“Sedangkan pelaku perjalanan di tengah situasi pandemi Covid-19 ini kami juga sepakat dan hendaknya kita saling waspada agar pelaku perjalanan dari Kabupaten Manggarai ke Kabupaten Manggarai Barat juga dilengkapi dengan persyaratan yang sama, yaitu Surat Keterangan Sehat dari Dokter, Surat Keterangan rapid test, Surat Rekomendasi Perjalanan dari Gugus Tugas Percepatan Pencegahan dan Penanganan Covid-19 Kabupaten Manggarai serta menunjuk identitas diri berupa KTP/KK/ SIM,” balas Dula.

BACA JUGA: Urus Covid-19, Para Bupati Diminta Tidak Terjebak Dengan Ego Wilayah

Perang surat ini viral di facebook. Sebagian netizen mengkritik dua kepala daerah itu yang tidak mengutamakan pelayanan kemanusiaan dengan tetap berpedoman pada protap kesehatan sebagai upaya pencegahan Covid-19. (Mil/VN/Jo Kenaru)

KOMENTAR SESUAI TOPIK DI ATAS

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.