Salah satu hamparan di Mbay Kiri yang hingga kini belum dimanfaatkan. Lahan ini sangat cocok untuk sawah, tambak garam atau tambak ikan.

sergap.id, MBAY – Bupati Kabupaten Nagekeo, Drs. Elias Djo akan segera menyerahkan lahan sawah Mbay Kiri seluas 70 hektar kepada 150 orang petani yang berasal dari Kelurahan Dhawe, Danga, Mbay I dan Mbay II.

Sawah tersebut baru dibuka oleh TNI AD tahun 2016 dari total 312 hektar yang direncanakan oleh Dinas Pertanian Provinsi NTT.

Asisten I Setda Nagekeo, Phone Florentinus, mengatakan, penyerahan sawah ke petani akan dilakukan pada hari Rabu 7 Juni 2017. “Hari Rabu akan dilakukan pengukuran, sekaligus penunjukan sawah kepada masing-masing petani,” kata Phone.

Menurut dia, pengukuran lahan akan melibatkan staf teknis Dinas Pertanian Provinsi NTT. “Karena itu kita mulai melakukan pembersihan lahan sejak Jumat (2/6/17) hingga Selasa (6/5/17). Setelah pembersihan selesai kita langsung bagi sawah ke petani,” tegasnya.

Sementara itu, kepada SERGAP.ID, Bupati Elias, menjelaskan, pembagian sawah tersebut merupakan pembagian tahap satu sesuai luas lahan yang telah dicetak oleh TNI AD.

Sedangkan pembagian tahap dua akan dilakukan setelah pencetakan sawah  tahun 2017 seluas 430 hektar.

“Pembagian tahap satu ini akan dilakukan dengan cara undi. Jadi… tidak ada rekayasa,” tegas Elias kepada SERGAP.ID, Senin (5/6/17).

Niko Daeng

Tim Sukses Protes

Pembagian lahan sawah Mbay Kiri mendapat protes dari Niko Daeng, mantan Anggota KPU Nagekeo yang kini menjadi tim sukses salah satu kandidat Calon Bupati Nagekeo periode 2018 – 2023.

“Kami tidak menolak pembukaan lahan irigasi Mbay Kiri. Tapi kami keberatan dengan pendistribusian lahan. Bagaimana mungkin masyarakat pemilik lahan, menjadi penonton di tanahnya sendiri. Kesepakatan tahun 2010 antara Pemda Nagekeo dan Masyarakat setempat, jelas memprioritaskan masyarakat terkena dampak saluran irigasi dan lahan irigasi Mbay Kiri. Kesepakatan itu yang menjadi dasar masyarakat mengizinkan tanahnya dilalui saluran irigasi Mbay Kiri. Karena saluran itu bukan berada di atas lahan yang diperuntukkan untuk Irigasi Mbay Kiri,” kata Niko Daeng seperti dilansir kupang.tribunnews.com, 2 Juni 2017.

Menurut dia, lokasi irigasi Mbay Kiri bukan di lokasi yang ada sekarang ini. “Itu lokasi pemukiman yang sudah ditata Pemda Nagekeo pada masa kepemimpinan Bupati Yohanes Samping Aoh,” tegasnya.

Niko meminta Bupati Elias merevisi Surat Keputusan (SK) Bupati Nagekeo tentang penerima sawah Mbay Kiri tahun 2017 karena tidak tepat sasaran.

Elias Djo

Pembagian Berdasarkan Kesepakatan

Menanggapi protes yang ada, Bupati Elias, mengaku, itu hal yang biasa. Sebab, sebuah kebijakan pro rakyat selalu saja ada pihak yang kontra karena kepentingan politik.

“Bagi saya protes itu wajar. Namun sejak awal, kita (Pemerintah Kabupaten Nagekeo) sudah mengikuti apa yang di kehendaki masyarakat. Pembagian sempat kita buat lewat undi (tanggal 1 – 16 Desember 2016). Tapi setelah itu ada yang tidak puas. Karena itu kita revisi SK, dan kita melakukan pertemuan dengan para tokoh pemegang hak ulayat (atas lahan irigasi Mbay Kiri). Dan, hasil revisi itu disepakati oleh fungsionaris masyarakat adat pemegang ulayat. Oleh sebab itu, maka kita lanjutkan dengan pembersihan lahan untuk selanjutnya kita bagi agar petani mulai memasuki tahap pengolahan lahan,” papar Elias.

Menurut Elias, pada pembagian tahap satu ini masing-masing petani mendapat sawah seluas setengah hektar. Sedangkan pembagian tahap dua masih menunggu selesainya pencetakan sawah yang dilakukan TNI AD pada tahun 2017 ini seluas 430 hektar.

Elias juga memberi warning kepada pihak-pihak yang berusaha menghambat optimalisasi lahan irigasi Mbay Kiri demi kepentingan masyarakat dan ketahanan pangan daerah dan negara.

“Kita akan ambil tindakan tegas kepada oknum-oknum yang menghambat pekerjaan di lapangan. Saya sudah berkoordinasi dengan Pak Dandim,” tegasnya.

Salah satu hamparan di Mbay Kiri yang hingga kini belum dimanfaatkan. Lahan ini sangat cocok untuk sawah, tambak garam atau tambak ikan.

Sawah 430 Hektar

Kepala Dinas Pertanian Provinsi NTT, Yohanis Tay Ruba, mengatakan, tahun 2017 ini akan ada lagi pembukaan sawah baru seluas 430 hektar di Mbay Kiri.

“Kami berterima kasih kepada pak Bupati Nagekeo yang telah siap membagi sawah kepada masyarakat. Ini demi kepentingan masyarakat. Jika ada yang protes (karena belum kebagian sawah baru), harap bersabar. Karena masih ada tahap 2,” ucap Yohanis kepada SERGAP.ID, Senin (5/6/17). (Red/Sherif)

KOMENTAR SESUAI TOPIK DI ATAS

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.