Kepala Dinas Sosial Kabupaten Nagekeo, Rufus Raga
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Nagekeo, Rufus Raga.

sergap.id, LAPE – Setelah dinyatakan positif Covid-19, LL yang adalah warga Kelurahan Lape, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, diharuskan menjalani isolasi mandiri atau isoma di rumahnya sendiri. Ia dilarang keluar rumah untuk aktivitas apa pun.

Pria beumur 55 tahun itu pun menurut. Namun yang disayangkan adalah ia tak pernah mendapat bantuan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nagekeo, baik bantuan kesehatan, maupun bantuan sembako.

Padahal bantuan tersebut bertujuan agar warga yang terkonfirmasi positif covid-19 tidak keluar rumah, sehingga warga lain yang ikut terpapar covid.

“Saya mulai menjalani isolasi mendiri sejak  tanggal 10 sampai dengan 22 Juli 2021. Selama saya isolasi, saya tidak mendapat bantuan medis atau bantuan lain dari pemerintah. Apa yang saya harapkan itu ternyata kosong melompong,” beber LL.

Yang paling pedih, kata LL, ia sama sekali tidak mendapat bantuan sembako dari Pemkab Nagekeo. Padahal setahunya, Pemkab Nagekeo telah menyiapkan dana bantuan untuk warga yang postif covid.

“Ini dana covid sebenarnya diperuntukan kepada siapa? Kita diisolasi tapi tidak diperhatikan sedikit pun. Kalau kita keluar rumah untuk cari makan, kita disalahkan karena tidak mentaati prokes. Lantas kita mau dibiarkan mati kelaparan?,” tanya LL.

Informasi yang dihimpun SERGAP menyebutkan, bantuan yang dimaksud oleh LL adalah bantuan dari Dinas Sosial, Kabupaten Nagekeo, kepada pasien Covid 19, berupa telur, susu, kacang hijau, minyak goreng dan beras.

Ditemui terpisah, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Nagekeo, Rufus Raga, mengaku, nama LL sudah dikirim oleh Dinas Kesehatan ke Kelurahan Lape. Namun sampai saat ini belum ada konfirmasi balik soal verifikasi LL dari kelurahan.

Menurut Rufus, verifikasi data dari Kelurahan sangat dibutuhkan, agar dapat mengetahui berapa jumlah orang yang menjadi tanggungan pasien.

“Misalnya 1 orang yang terjangkit Covid-19 dan di dalam rumah ada berapa orang yang menjadi tanggungan, nah mereka semua akan diberi bantuan, dan diwajibkan melakukan isolasi mandiri,” bebernya.

“Terkait pasien yang tidak mendapatkan bantuan, itu bukan salah kami, karena data pasien sudah kami berikan kepada Kepala Desa atau Lurah. Jika Desa atau Lurah tidak menindaklanjuti itu, maka pihak Dinas tidak bisa berbuat apa-apa. Tanpa data itu, kita tidak berani untuk eksekusi bantuan sembako”, kata  Rufus.

Rufus menjelaskan, stok bantuan sembako masih ada, dan siap disalurkan ke masyarakat terpapar covid-19.

“Bisa cepat, tergantung Kepala Desa atau Lurah cepat mengkonfirmasi data tanggungan. Kalau kita sudah mendapatkan data dari Desa atau Kelurahan, baru kita melakukan proses pengadaan barangnya,” ujarnya.

Rufus menambahkan, sejauh ini Dinas Sosial Kabupaten Nagekeo telah menyalurkan bantuan tahap I kepada 47 KK (194 Jiwa), tahap II 124 KK (463 jiwa) dan tahap III sedang dalam proses penyaluran. (dam/dam)

KOMENTAR SESUAI TOPIK DI ATAS

Please enter your comment!
Please enter your name here