pelaksana CV Lembah Ciremai, Aris Langobelen
Pelaksana CV Lembah Ciremai, Aris Langobelen

sergap.id, LEWOLEBA – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lembata hingga hari ini belum membayar sisa uang proyek pembangunan Puskesmas Wairiang dan Balauring sebesar Rp 2,7 miliar kepada CV Lembah Ciremai. Padahal proses serah terima barang telah dilakukan usai 100 persen proyek selesai dikerjakan.

Sisa uang tersebut berasal dari proyek pembangunan Puskesmas Wairiang di Wowor dengan nomor kontrak: 01.02/SP.KONTRAK-P.WAIRIANG/DINKES/VI/2019 tanggal 26 Juli 2019 dengan nilai kontrak Rp 5.981.353.000, serta Puskesmas Balauring di Wowon, bernomor kontrak: 07.02/SP.KONTRAK-P.BALAURING/DINKES/VII/2019, tanggal 08 Juli 2019, dengan nilai kontrak sebesar Rp 5.944,072.471.

“Saat ini, kedua gedung itu sudah dipakai oleh pemerintah. Tapi sampai hari ini uang kami belum dibayarkan. Karena itu, besok (Selasa 16 November 2021) kami akan kosongkan dua puskesmas itu”, ujar pelaksana CV Lembah Ciremai, Aris Langobelen, kepada SERGAP, Senin (15/11/21) siang.

Menurut Aris, pihaknya sudah lelah bolak balik ke Dinkes untuk menagih hutang. Apalagi Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Petrus Kanisius Talele Mudapue, selalu memberi alasan yang tidak masuk akal.

PPK mengaku, kata Aris, kasus hutang tersebut sedang ditangani Aparat Penegak Hukum (APH). Tapi alasan kenapa ditangani APH, PPK tidak memberitahunya.

“Karena sikap PPK begitu, makanya kami menemui Pak Kajari. Pak Kajari sampaikan, jika sudah PHO, maka kalau (PPK) mau bayar, ya bayar saja. Mereka (Kejari) pikir belum PHO, ternyata sudah PHO. Makanya beliau (Kajari) sampaikan ke kita, kalau begitu tagih saja om”, ungkap Aris.

“Ini sebenarnya tidak ada urusan dengan APH. Karena pekerjaan ini sudah kita selesaikan, bahkan saat ini sudah digunakan oleh pemerintah. Karena itu harus dibayar. Jangan jadikan APH sebagai tameng untuk menghindar dan membenarkan diri”, tegas Aris.

“Karena tidak kunjung bayar itulah, maka besok pagi-pagi kami ke lokasi, kami akan mita baik-baik kepada petugas di Puskesmas sana untuk kosongkan Puskesmas. Setelah itu kami paku palang semua pintu dengan balok. Supaya pemerintah buka mata”, ujar Aris.

Aris menambahkan, persoalan hutang Dinkes ke CV Lembah Ciremai sudah dilaporkan melalui surat Nomor: 001/SP/LC-15/11.22 kepada Bupati Lembata, Sekda Lembata, DPRD Lembata, Polres Lembata, Kejari Lembata, dan Sekretaris Dinkes Lembata.

Terpisah, Petrus Kanisius Talele Mudapue yang dihubungi SERGAP via Chat WhatsApp, singkat mengatakan, “Maaf Om, sekarang sedang dalam pemeriksaan APH, jadi kita menghormati proses sedang berjalan”. (reds/reds)

KOMENTAR SESUAI TOPIK DI ATAS

Please enter your comment!
Please enter your name here