Ketua dan Bendahara Dewan Pengurus (DP) Credit Union Kasih Sejahtera (CUKS) Atambua, Kabupaten Belu, Romo Crisantus Lake, Pr dan Romo Sypri Tes Mau, Pr (baju putih).
Ketua dan Bendahara Dewan Pengurus (DP) Credit Union Kasih Sejahtera (CUKS) Atambua, Kabupaten Belu, Romo Crisantus Lake, Pr dan Romo Sypri Tes Mau, Pr (baju putih).

sergap.id, ATB – Dewan Pengurus (DP) Credit Union Kasih Sejahtera (CUKS) Atambua, Kabupaten Belu, mengakui sedang  menghadapi kasus uang hilang di Kantor Pelayanan (KP) Betun sebesar Rp 20 juta.

Uang yang raib tersebut adalah milik Beatriks Bano Nahak, warga Desa Umatoos, Kecamatan Malaka Barat.

“Kasus yang menimpa anggota kami itu sudah diproses sampai ke bendahara pengurus,” ujar Ketua DP CUKS, Crisantus Lake, Pr, kepada SERGAP di Emaus, Atambua, pada Senin (4/1/2021).

Cris mengaku kaget ketika membaca pemberitaan SERGAP tentang kasus Rp 20 juta tersebut.

Sebab kasus itu sudah diurus CUKS bersama pemilik rekening, bahkan sudah beberapa kali ada upaya mediasi hingga ke rumah Beatriks, serta ada beberapa kesepakatan yang sudah dibuat.

“Kita tidak tinggal diam atau segaja mendiamkan. Bahkan kita siap ikut proses hukum atas masalah yang menimpah mama Beatriks Bano Nahak ini,” tegasnya.

Bendahara CUKS, Romo Sypri Tes Mau, Pr, menjelaskan, stafnya melakukan pencairan karena ada slip penarikan yang ditulis nama lengkap anggota, tanda tangan, dan nomor rekening dengan benar.

Walaupun status anggota bersangkutan terdaftar di KP Tasimane – Weoe, tetapi sistem memungkinkan penarikan bisa dilakukan di KP mana saja.

“Peluang inilah yang kami curigai telah dipakai untuk melakukan modus operandi penipuan oleh anggota untuk menarik uang, bukan di KP Tasimane malah di KP Betun,” kata Sypri.

“Setelah terjadi kasus, kami cocokan tanda tangan pada slip penarikan serta tanda tangan pada Surat Permohonan Menjadi Anggota (SPMA) waktu awal menjadi anggota, dan penulisan slip ulang oleh anggota sesuai permintaan Staf (3 dokumen), ternyata  sama persis huruf, tanda tangan dan nama anggota atas nama ibu Beatriks,” beber Sypri.

Menurut Sypri, secara online dengan aplikasi di HP, anggota dapat terlayani ketika nomor rekening anggota itu benar dan terhubung dengan sistem.

“Kita tidak bisa mempersalahkan teler atau staf, sebab dia melakukan transaksi sesuai ketentuan dan kemungkinan yang ada. Maka  kami mencurigai bahwa uang tersebut ditarik oleh anggota (nasabah) itu sendiri, apalagi uang yang disimpan dan ditarik itu ternyata bukan milik pribadi ibu Beatriks, melainkan uang keluarganya yang tinggal dan bekerja di luar Pulau Timor. Kasir kami telah mengakui dengan jujur bahwa dia tidak melakukan  kecurangan ini. Kalau terbukti dia bersalah, dia siap mengganti uang anggota dan diberhentikan dari CUKS,” papar Sypri.

“Secara kasat mata Kasir kami mengingat wajah anggota bersangkutan yang datang ke kantor Betun. Kenapa tidak tarik saja di Weoe? Kalaupun orang lain yang tarik, dari mana dia tahu rekening dan tanda tangan anggota atas nama ibu Beatriks? Memang kantor kami di Betun (ibu kota Malaka) belum ada CCTV, tetapi secara kasat mata, kasir mengingat wajah ibu Betriks. Namun demikian kita tidak bisa menuduh,” ujar Sypri.

Sypri pun mengaku siap mengikuti proses hukum. Sebab suami Beatriks menyatakan bersedia keluarkan biaya untuk membawa kasus ini ke ranah hukum.

“Kami menunggu proses itu. Kami siap mengganti uang itu dan memecat staf kami jika terbukti bersalah,” tandas Sypri.

Terpisah, Beatriks Bano Nahak yang dihubungi SERGAP pada Senin 1 Januari 2021, bersumpah tidak pernah melakukan penarikan uang.

“Untuk apa kami menipu Nai Lulik (Romo) mereka? Bulan 9 tahun 2020 itu, kami memang klarifikasi ke Bapa Romo Deken, tapi kami (saya dan suami) tidak perna lakukan penarikan uang itu. Kami berani bersumpah bawah kami tidak perna melakukan penarikan uang sebanyak 20 juta itu. Kami ini orang kecil, tidak mungkin menipu Romo,” tegasnya.

Beatrix mengaku akan segera memberi kuasa kepada Kuasa Hukum untuk mengurus kasus tersebut secara hukum.

Ia juga mengaku akan segera bersurat ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam waktu dekat.

BACA JUGA: Kasir Cairkan Uang Tanpa Ijin Pemilik Uang

Sementara itu, GM CUKS, Damianus Bau Lema, SE, menjelaskan, CUKS melayani orang-orang kecil, dan mengelola uang milik orang-orang kecil.

“Kami tidak mungkin mengorbankan anggota kami. Kami tidak sengaja diam selama ini. Kami selalu buat upaya pendekatan mencari kejujuran,” katanya. (sb/sb)

KOMENTAR SESUAI TOPIK DI ATAS

Please enter your comment!
Please enter your name here