Lurah Oepura, Nehy Sunbanu
Lurah Oepura, Nehy Sunbanu

sergap.id, KUPANG – Sejak dinyatakan positif Covid-19 berdasarkan tes swab Lab PCR RSUD WZ Yohanes Kupang pada Sabtu (6/6/20) lalu, hingga kini DB (35) dan DD (35) belum dievakuasi dari rumah mereka di Perumahan Anggrek, Rt003 Rw 001, Kelurahan Oepura, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang.

Ketua Rt 003, Selmy Ry, menegaskan, pasangan suami istri yang telah memiliki tiga orang anak berumur 10 tahun, 7 tahun, dan 1 tahun 4 bulan ini, sampai saat ini masih terus mengisolasi diri di rumah mereka sendiri.

Keduanya diketahui terpapar Corona sejak Jumat, 5 Juni 2020. Namun baru diumumkan oleh Sekretaris Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi NTT, drg. Domi Mere, pada Sabtu, 6 Juni 2020.

“Mereka sudah mengisolasi diri di dalam rumah, karena mereka merasa diri sudah positif,” ujar Selmy saat ditemui SERGAP di kediamannya di Oepura, Kota Kupang, Selasa (9/6/20) siang.

Menurut Selmy, dua pasien positif ini telah menyampaikan kepada Gugus Tugas Kota Kupang tentang dengan siapa-siapa saja mereka melakukan kontak fisik, termasuk dengan keluarga sendiri. Namun sampai hari ini belum ada tindak lanjut dari Gugus Tugas.

“Sebagai Ketua RT, saya kewalahan menenangkan warga yang sudah tahu bahwa kompleks ini sudah jadi zona merah (Covid). Semua warga mendatangi saya. Saya bingung, apa yang harus saya buat  bersama warga di sini. Kami tidak berani ambil tindakan yang bukan tugas kami. Ini adalah tugas Gugus Tugas. Sampai saat ini warga terus menanyakan apakah sudah ditangani oleh Gugus Tugas atau belum,” kata Selmy.

Selmy mengaku, saat ini, semua warga di perumahan Anggrek berstatus Orang Dalam Pantauan atau ODP.

“Dari hari Jumat sampai saat ini belum ada tim Gugus Tugas yang datang,” ucapnya.

Selain tiga orang anaknya, di rumah dua pasien itu ada seorang Pembatu Rumah Tangga (PRT).

“Tadi pagi sekitar jam 10, pasien menelepon saya bilang dari Dinas Kesehatan (Kota Kupang) ada minta mereka sekeluarga ke ruman sakit Wirasakti Kupang untuk diperiksa atau di tes ulang. Tapi saat ke rumah sakit, sama sekali tidak ada pengamanan terhadap mereka,” ucap Selmy.

“Seharusnya Gugus Tugas dan Dinas Kesehatan yang datang jemput mereka ke rumah sakit, bukan mereka pergi sendiri ke rumah sakit. Yang saya takutkan itu adaklah mereka sekeluarga betul-betul ke rumah sakit atau pergi berbelanja. Kalau begini kan nyawa banyak orang terancam,” tandasnya.

Selmy menjelaskan, sampai saat ini aktivitas pasien dan warga perumahan lainnya masih tetap diawasi oleh Bhabinkamtibmas dan dirinya.

“Kita mulai jaga dari sore sampai jam 10 malam saja, karena kita bukanlah tim gugus tugas. Harapan saya kalau bisa penanganan pasien Covid harus 1 kali 24 jam. Tugas ini harus dilaksanakan oleh tim gugus tugas. Tapi mulai dari hari Jumat sampai saat ini belum ada penanganan yang serius dari tim gugus tugas,” kata Selmy.

Terpisah, Lurah Oepura, Nehy Sunbanu, membenarkan apa yang diutarakan oleh Selmy.

“Hari Jumat malam itu, saya bersama dengan RT, RW, Bhabinkamtibmas, juga Polsek Maulafa, kita berada di lokasi kediaman pasien. Jam 8 malam tim gugus tugas katanya mau turun ke lokasi, tapi sampai jam 10 tidak datang juga, akhirnya kami pulang,” ujar Nehy saat ditemui SERGAP di kantornya pada Selasa (9/6/20) sekira pukul 12.55 Wita.

“Barulah pada Sabtu siang, BPBD (Badan Penanggulangan Bencara Daerah) Kota Kupang datang semprot (disinfektan) di lokasi,” tambahnya.

Nehy mengatakan, kedua pasien itu, suaminya bekerja di salah satu kantor pemerintah di Kota Kupang dan istrinya usaha butik online.

“Saya imbau Katua RT 003 sampaikan ke warganya supaya jangan panik. Tetap waspada, tetap mengikuti protokol kesehatan dengan baik,” pungkasnya. (adv/adv)

KOMENTAR SESUAI TOPIK DI ATAS

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.