Wakil Bupati Kabupaten Lembata, Thomas Ola Langoday (kiri) dan Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (kanan).
Wakil Bupati Kabupaten Lembata, Thomas Ola Langoday (kiri) dan Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (kanan).

sergap.id, KUPANG – Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL), mengatakan, pihaknya akan segera memperbaiki ruas jalan Waijarang – Lamalera.

“Saya sudah ke Lamalera akhir bulan Juli dan tahu bahwa jalannya sangat buruk. Kita sudah anggarkan dananya untuk segera perbaiki jalan ke destinasi wisata yang penting dan mendunia itu,” ujar VBL didampingi Kepala Biro Humas dan Protokol Setda NTT, Jelamu Ardu Marius, pada acara Coffee Morning bersama wartawan di aula Rumah Jabatan Gubernur NTT, Jumat (28/8/20) pagi.

VBL menegaskan, saat ini kondisi jalan menuju desa nelayan tradisional perburuan ikan paus itu sangat buruk.

“Lamalera sudah terkenal di dunia internasional karena tradisi penangkapan ikan paus secara tradisional, karena itu perlu diberi perhatian, terutama akses jalan menuju kesana. Karena jalan ke Lamalera sangat buruk,” ucapnya.

VBL menjelaskan, Lamalera adalah destinasi wisata dunia. Popularitasnya telah menembus ujung dunia.

“Lamalera terkenal, tapi kondisi jalan ke sana amat buruk. Saya sudah lihat dan kita sudah anggarkan untuk segara dikerjakan,” tegasnya.

Di tempat terpisah, Wakil Bupati Lembata, Thomas ola Langoday, menjelaskan, panjang ruas jalan Waijarang – Lamalera adalah 50,10 kilo meter, dan status jalan ini adalah jalan provinsi dan jalan nasional.

Karena itu pihaknya terus membangun komunikasi dengan Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Pusat, termasuk dengan Anggota DPRD NTT dan Anggota DPR RI yang berasal dari NTT, agar ruas jalan Waijarang – Lamalera serta ruas jalan Waijarang – Balauring sepanjang 60 kilo meter dan Balauring – Wairiang 20,12 kilo meter, segera diperbaiki.

Ia mengamini pernyataan VBL yang mengatakan kondisi jalan menuju Lamalera saat ini sangat buruk.

“Kondisinya seperti itu. Puji Tuhan jika Pak Gubernur telah memberi perhatian khusus untuk jalan itu. Kami masyarakat Lembata tentu sangat berterima kasih,” ucapnya.

Thomas juga berharap adanya perhatian khusus dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terkait buruknya jalan raya menuju destinasi wisata unggulan di Lembata.

“Kita sudah ajukan proposal ke Kementerian PUPR (Balai Pelaksanaan Jalan Nasional X Kupang). Mudah-mudahan dalam tahun ini segera terealisai,” ujarnya.

Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Jalan Nasional Kabupaten Lembata, Ferdy Luntungan, mengatakan, proposal Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lembata terkait peningkatan jalan di Lembata telah direspon oleh Balai Pelaksanaan Jalan Nasional X Kupang. Karena itu, tahun ini ada proyek peningkatan jalan Waijarang – Balauring senilai Rp 119 miliar.

“Sekarang lagi lelang. (Proyek) ini multi years,” beber Ferdy saat dihubungi SERGAP, Kamis (20/8/20) lalu. (adv/cis)

KOMENTAR SESUAI TOPIK DI ATAS

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.