Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat saat memberi keterangan kepada pers di depan gedung Lab PCR RSUD W Z Johanes Kupang , Kamis (7/5/20).
Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat saat memberi keterangan kepada pers di depan gedung Lab PCR RSUD W Z Johanes Kupang , Kamis (7/5/20).

sergap.id, KUPANG – Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat, menyurati Mendagri, Muhammad Tito Karnavian terkait pergantian Bupati Kabupaten Lembata pasca Bupati Lembata, Eliaser Yentji Sunur, meninggal dunia pada tanggal 17 Juli 2021 lalu.

Surat satu jepitan tentang usulan penetapan pemberhentian Bupati Lembata periode 2017-2022 dan usulan penetapan pengangkatan Wakil Bupati Lembata menjadi Bupati Lembata Nomor: Pem. 131/I/246/VIII/2021 itu dikirim ke Mendagri pada Jumat (30/7/21).

Berikut isi surat Gubernur NTT ke Mendagri yang copyannya diperoleh SERGAP, Jumat (30/7/21) sore.

Berkenan dengan surat Ketua DPRD Kabupaten Lembata Nomor: DPRD.176.1/153/VII/2021, tanggal 23 Juli 2021 Perihal seperti tersebut di atas, maka dengan ini disampaikan kepada Menteri Dalam Negeri beberapa hal sebagai berikut:

  1. Bupati Lembata Masa Jabatan Tahun 2017-2022 atas nama Eliazer Yentji Sunur, ST telah meninggal dunia berdasarkan Surat Keterangan Kematian dari Rumah Sakit Siloam Kupang Nomor 19/07/210/21/SHKP.
  2. Berdasarkan Surat Gubernur Nusa Tenggara Timur Nomor. Pem.131/1/232/VII/2021, tanggal 19 Juli 2021, maka Wakil Bupati Lembata saat ini melaksanakan tugas sehari-hari Bupati Lembata. Hal ini sesuai amanat pasal 88 ayat (2) Undang-Undang 23 Tahun 2014 yang menyatakan bahwa “Dalam hal pengisian jabatan Bupati/Walikota belum dilakukan, Wakil Bupati/Wakil Walikota melaksanakan tugas sehari-hari Bupati/Walikota sampai dengan dilantiknya Bupati/Walikota atau sampai diangkatnya penjabat Bupati/Walikota”.
  3. Berdasarkan Keputusan DPRD Lembata 51/PIMP.DPRD KAB/LBT/2021, tanggal 22 Juli 2021 Tentang Usul Penetapan Pemberhentian Bupati Lembata Masa Jabatan Tahun 2017-2021 dan Usul Penetapan Pengangkatan Wakil Bupati Lembata Menjadi Bupati Lembata, maka Bupati Lembata Masa Jabatan Tahun 2017-2021 telah diusulkan Pemberhentiannya dan Wakil Bupati Lembata Masa Jabatan Tahun 2017-2021 diusulkan pengangkatannya menjadi Bupati Lembata masa jabatan tahun 2017-2021.
  4. Sehubungan dengan angka 1 (satu) sampai dengan 3 (tiga) di atas, dimohon kiranya Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia berkenan meresmikan Pemberhentian Bupati Lembata Masa Jabatan Tahun 2017-2022 atas nama Eliaser Yentji Sunur, ST, Pengangkatan Wakil Bupati Lembata atas nama Dr. Thomas Ola, SE, M.Si menjadi Bupati Lembata Sisa Masa Jabatan Tahun 2017-2022 dan Pemberhentian Wakil Bupati Lembata Masa Jabatan Tahun 2019-2024 atas nama Dr. Thomas Ola, SE, M.Si.

Demikian penyampaian ini, atas perkenan Menteri Dalam Negeri diucapkan terima kasih.

Surat Gubernur NTT ini juga ditembuskan kepada (1) Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri Republik, (2) Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri RI di Jakarta, (3) Ketua DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur di Kupang, (4) Plt Bupati Lembata di Lewoleba, (5) Ketua DPRD Kabupaten Lembata di Lewoleba. (nes/cip)

KOMENTAR SESUAI TOPIK DI ATAS

Please enter your comment!
Please enter your name here