sergap.id, ENDE — Kebijakan penggusuran rumah warga di kawasan Jalan Irian Jaya, Potulando, Kabupaten Ende, memicu kemarahan dan kekecewaan mendalam dari masyarakat terdampak. Bupati Kabupaten Ende, Yosef Benediktus Badeoda, bahkan disebut tidak memiliki hati nurani karena dianggap mengabaikan sisi kemanusiaan dalam proses penggusuran tersebut.

Eche de Hooq, salah satu warga yang terdampak meluapkan emosinya dengan menyebut pemerintah saat ini bertindak layaknya “iblis”, karena dinilai tidak memikirkan penderitaan rakyat kecil.

“Bagi kami, pemerintah sekarang itu iblis. Kenapa saya katakan iblis? Karena dia tidak berpikir soal kemanusiaan, dia tidak punya hati nurani. Hanya iblis yang tidak punya hati nurani,” ujar Eche dikutip SERGAP dari video FB Zarathustra, Senin (11/5/26).

Eche menilai tindakan penggusuran dilakukan tanpa empati terhadap nasib keluarga yang kehilangan tempat tinggal. Dia merasa pemerintah yang dipilih rakyat justru hadir sebagai ancaman bagi masyarakat kecil.

“Kami masyarakat yang memilih anda (Bupati). Berarti anda pemimpin kami. Pemimpin itu untuk ditiru. Kalau kalian seperti begini, apa yang mau kami tiru?”, ungkap Eche.

Sebelumnya, sejumlah kelompok masyarakat sipil dan mahasiswa juga melontarkan kritik tajam terhadap langkah pemerintah daerah yang dianggap lebih mengedepankan kekuasaan dibanding pendekatan kemanusiaan.

Hingga kini, polemik penggusuran di Potulando masih memanas. Warga berharap pemerintah membuka ruang dialog dan menghentikan pendekatan represif yang dinilai melukai rasa keadilan masyarakat kecil. (re/re)