Pasca Sunur dikabarkan positif corona berdasarkan rapid antigen pada Minggu (4/7/21), seluruh ASN di Lembata diwajibkan rapid antigen.
Pasca Sunur dikabarkan positif corona berdasarkan rapid antigen pada Minggu (4/7/21), seluruh ASN di Lembata diwajibkan rapid antigen.

sergap.id, KUPANG – Yuni Damayanti Sunur, istri Eliaser Yentji Sunur, Bupati Lembata, mengaku bahwa suaminya dalam kondisi sehat dan tidak terpapar Covid-19 berdasarkan hasil test PCR.

“Terima kasih doa & perhatiannya. Alhamdulillah kondisi Bpk Bupati sehat walafiat, & hasil tes PCR NEGATIF, semoga Tuhan sll melindungi kita semua, salam sehat”, tulis Damayanti pada status facebook akun Into Langoday, putra bungsu Wakil Bupati Lembata, Thomas Ola Langoday.

Komentar Yuni ini menjawab kondisi suaminya yang dikabarkan sedang diisolasi di Rumah Sakit Siloam Kupang sejak Minggu (4/7/21), karena diduga terpapar Covid-19 setelah pulang dari Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, bersama Ketua DPRD dan sejumlah anggota DPRD lainnya.

Saat membagikan link berita sergap.id, Into Langoday menulis, “Semoga Cepat Sembuh Pak Bupati”. Tautan itu langsung dikomentari oleh akun YD Yanti, akun milik Yuni Damayanti Sunur, dan dibalas Into Langoday, “ Puji Tuhan PCRnya Negatif… Salam Sehat Ibu”.

“Kalau tdk terpapar ya Alhamdullilah saja…! Pas lagi di Kupang jd klu bisa pak  #KAPOLDA NTT bisa perintahkan jajarannya utk minta keterangan beliau ka…? Petunjuk dari JPU #KEJATI NTT pak Hendrik Tip bisa di BACA DGN JELAS KAN….? ATAU BUTUH KACA PEMBESAR E…? (tanya jo) Btw Lembata Bupati lock down kan ya? Kenapa ada yg papalele di Kupang…? PERJALANAN DINAS JUGA KA?  E gere mio e….,” tulis akun facebook Heri Tanatawa Lewotolok di grup facebook Bicara Lembata New, Selasa (6/7/21).

Sementara itu, Koordinator Amppera Kupang, Eman Boli, menduga Sunur sengaja dicovidkan untuk menghindar dari pemeriksaan polisi terkait kasus dugaan korupsi proyek Awololong yang kini sedang ditangani penyidik Tipidkor Polda NTT.

Sebab sesuai petunjuk JPU, Sunur juga harus diperiksa terkait perannnya dalam kasus proyek mangkrak tersebut.

“Patut diduga ada konspirasi. Saya menduga jangan sampai Bupati Sunur dicovidkan agar bupati menghindar dari pemeriksaan polisi,” ujar Eman kepada SERGAP via WhatsApp, Selasa (6/7/21).

Pasca Sunur dikabarkan positif corona berdasarkan rapid antigen pada Minggu (4/7/21), seluruh ASN di Lembata diwajibkan rapid antigen.

Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Sekretariat Daerah Kabupaten Lembata, Piter Ruing menjelaskan, rapid test antigen terhadap ASN dilakukan dua kali dalam seminggu yakni Senin dan Jumat, sejak Senin (5/7/21) atau sehari setelah Sunur dikabarkan positif C19 berdasarkan rapid antigen.

Dikutip dari bentara.net, Ruing mengatakan, tahap pertama, sebanyak 121 ASN ditest rapid antigen, dan kewajibaan mengikuti rapid antigen ini berdasarkan perintah Sekda Lembata, Paskalis Tapobali.

Sebelumnya, 7 tukang yang didatangkan dari Jawa dan bekerja di Kuma Resort milik Sunur juga dilaporkan positif corona. Informasi ini dibenarkan oleh sejumlah pejabat di Lembata. Namun kasus ini sengaja didiamkan.

BACA JUGA: BUPATI LEMBATA POSITIF CORONA

Bupati Sunur yang dihubungi SERGAP per telepon di dua nomornya pun tidak berhasil. Nomor yang dituju tidak tersambung.

“Pak bupati sering ganti-ganti nomor,” ujar sumber SERGAP di Lembata. (red/red)

KOMENTAR ANDA?

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini