
sergap.id, NAGEKEO – Gempa bumi Flores belum benar-benar berlalu. Ketika sebagian masyarakat mulai mencoba kembali ke rumah, masih banyak keluarga yang justru memilih tidur di dalam tenda darurat karena dihantui kekhawatiran akan gempa susulan.
Di tengah situasi itu, kepedulian terhadap para korban terus mengalir.
Andi Gani Nena Wea, anak almarhum Jacob Nuwa Wea, kembali mengirimkan bantuan kemanusiaan bagi warga terdampak gempa di Kabupaten Nagekeo.
Bantuan kloter kedua dan ketiga tersebut disalurkan pada Jumat, 28 Agustus 2026 yang diserahkan oleh kakak kandung Andi Gani Nena Wea, William Yani Wea, bersama istrinya, Yane William Yani Wea.
Bukan sekadar menyerahkan bantuan dari kejauhan, mereka mendatangi langsung sejumlah titik yang hingga kini masih menghadapi kesulitan pascagempa.
Sasarannya adalah warga yang masih bertahan di tenda-tenda darurat, posko pengungsian, kawasan perbukitan, hingga masyarakat yang memilih tinggal di sekitar rumah karena belum berani kembali masuk ke bangunan yang terdampak gempa.
Salah satu lokasi yang disambangi adalah Desa Aeramo, Kecamatan Aesesa. Penyaluran di wilayah ini didampingi tokoh masyarakat setempat, Tomas Sius Lako dan Hermanus Siga.
Pemandangan yang tak kalah menyayat hati terlihat di Asrama Yatim Flora, Aeramo, yang diasuh Alex Djata.
Sebanyak 20 anak yatim yang tinggal di tempat itu harus menempati tenda darurat setelah bangunan penampungan terdampak gempa.
Di usia yang seharusnya dipenuhi aktivitas belajar, bermain dan menatap masa depan, anak-anak itu justru harus beradaptasi dengan kehidupan di dalam tenda.
Dari Aeramo, rombongan kemudian bergerak menuju Musala Nuril Jihad di Dusun Bandara, Desa Tonggu Rambang.
Kawasan ini merupakan permukiman masyarakat Bugis asal Sulawesi. Penyaluran bantuan didampingi tokoh masyarakat dan ulama setempat, antara lain Sahidin Sengga dan Syafrudin Ingga, bersama sejumlah tokoh masyarakat lainnya.
Kondisinya pun hampir serupa.
Sebagian warga masih bertahan di tenda pengungsian dan kawasan perbukitan. Sedangkan warga yang sudah kembali ke rumah memilih mendirikan tenda darurat di sekitar tempat tinggal mereka.
Perjalanan penyaluran bantuan kemudian berlanjut ke masyarakat Perepoje, Mbay II, Kecamatan Aesesa. Penyerahan bantuan didampingi Petrus Pita, tokoh masyarakat setempat.
Di wilayah ini, sebagian besar warga memilih tetap berada di sekitar rumah dengan mendirikan tenda darurat.
William mengatakan bantuan sembako tersebut merupakan bentuk kepedulian keluarganya terhadap masyarakat yang sedang menghadapi masa sulit akibat gempa.
“Semoga bantuan ini dapat memberikan manfaat bagi saudara-saudara kita yang terdampak gempa. Kami berharap masyarakat tetap kuat, tabah, dan bersama-sama dapat bangkit untuk memulihkan kehidupan pascabencana,” ujar William. (jj/jj)
































