Bantuan dari keluarga almarhum Jacob Nuwa Wea ke Kotakeo.
Bantuan dari keluarga almarhum Jacob Nuwa Wea ke Kotakeo.

sergap.id, KOTAKEO – Di tengah rumah-rumah yang masih menyimpan jejak guncangan, dan di tengah warga yang perlahan berusaha mengembalikan kehidupan setelah gempa, sebuah nama lama kembali hadir membawa semangat kemanusiaan.

Nama itu adalah Jacob Nuwa Wea, almarhum mantan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi pada Kabinet Gotong Royong.

Senin, 24 Agustus 2026, keluarga besar Jacob Nuwa Wea kembali datang ke Kotakeo, Nusa Tenggara Timur. Bukan untuk mengenang jabatan, bukan pula untuk mengulang kejayaan masa lalu, tetapi untuk melakukan sesuatu yang jauh lebih sederhana, yakni berbagi dengan mereka yang sedang membutuhkan.

Di Gereja Santo Yakobus Rasul, pusat Paroki Santo Yakobus Rasul, bantuan kemanusiaan diserahkan kepada warga terdampak gempa. Paroki ini menaungi empat desa dengan sekitar 800 kepala keluarga.

Beras, mi instan, telur, minyak goreng hingga tikar disalurkan. Barang-barang itu mungkin terlihat sederhana. Namun bagi warga yang sedang berjuang melewati hari-hari pascabencana, bantuan kebutuhan dasar memiliki arti yang jauh lebih dalam. Ia adalah tanda bahwa di tengah bencana, masih ada tangan yang terulur.

Perwakilan keluarga Jacob Nuwa Wea, William Yani Wea, mengatakan kehadiran keluarga bukan sekadar menyerahkan bantuan, tetapi membawa pesan bahwa masyarakat Kotakeo tidak sendirian menghadapi dampak gempa M7,7 15 Agustus lalu.

“Kami datang membawa bantuan ini sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas kepada saudara-saudara kami yang terdampak gempa. Kami berharap dapat sedikit meringankan beban masyarakat yang saat ini sedang menghadapi masa sulit,” kata William yang juga tokoh NTT di Jakarta.

Bagi keluarga besar Jacob Nuwa Wea, kepedulian terhadap masyarakat kecil bukan sesuatu yang baru muncul ketika bencana datang.

Semangat membantu dan berbagi, menurut William, merupakan nilai yang terus dijaga keluarga.

Karena itu, ketika gempa mengguncang dan membuat banyak warga harus menghadapi ketidakpastian, keluarga kembali memilih untuk datang. Bukan sekadar mengirim bantuan, tetapi hadir langsung di tengah masyarakat terdampak.

William juga menitipkan pesan kepada masyarakat Kotakeo agar tidak kehilangan kekuatan untuk bangkit.

“Kami ingin menyampaikan bahwa warga Kotakeo tidak sendiri. Kami berdoa semoga seluruh masyarakat diberikan kekuatan, kesehatan, dan ketabahan untuk bangkit kembali serta menjalani kehidupan seperti sedia kala,” ujarnya.

  • Kekuatan Untuk Bangkit

Umat di wilayah Paroki Santo Yakobus Rasul saat ini memang sedang berjuang dan beradaptasi dengan situasi pascagempa. Kebutuhan mereka bukan hanya makanan, tapi juga rasa aman, didengar dan tidak ditinggalkan.

Itulah sebabnya penyaluran bantuan tersebut ada pesan yang lebih besar di baliknya, yakni gotong royong untuk menghadapi bencana.

William berharap bantuan yang disalurkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar warga sekaligus menjadi penyemangat untuk kembali menata kehidupan.

“Dalam situasi seperti ini, yang paling penting adalah saling menguatkan dan menjaga kepedulian,” tegasnya.

Penyerahan bantuan itu dihadiri Pastor Paroki Romo Onci, Kepala Desa Kotakeo Sil Elbo, Kepala Desa Kotakeo I Simon Nuwa, serta Kepala Desa Kotakeo II Ipin Lebi.

Dari keluarga Jacob Nuwa Wea hadir William Yani Wea, Maria Yohana Iga dan Nimus Dapa Tunga. Hadir pula Deri Nurhadi sebagai perwakilan DPD KSPSI DKI Jakarta.

Bantuan keluarga Jacob Nuwa Wea untuk Kotakeo bukanlah yang pertama. Sebelumnya, keluarga almarhum juga telah menyalurkan bantuan kemanusiaan senilai Rp 1 M yang diterima Pemkab Nagekeo dan Kevikepan Mbay.

“Semoga bantuan ini bermanfaat dan menjadi penyemangat bagi masyarakat untuk bangkit kembali,” tutup Wiliam. (cis/cis)