Agustinus Dacunha cs saat menerima bantuan sembako dari Bupati dan Wakil Bupati Ngada.
Agustinus Dacunha cs saat menerima bantuan sembako dari Bupati dan Wakil Bupati Ngada.

sergap.id, RIUNG – Berita SERGAP soal tujuh kepala keluarga (KK) korban gempa di Desa Lengkosambi Tengah, Kecamatan Riung, yang belum tersentuh bantuan akhirnya memantik respons cepat Pemerintah Kabupaten Ngada.

Tak sampai sehari setelah diberitakan SERGAP pada Kamis pagi, bantuan sembako langsung meluncur ke lokasi pada Kamis malam, 27 Agustus 2026.

Bupati Ngada Raimundus Bena bersama Wakil Bupati Berny Dhey mengirimkan bantuan untuk tujuh KK terdampak, salah satunya keluarga Agustinus Dacunha.

Bantuan tersebut diantar langsung oleh PLT Camat Riung, Aris Bake, yang tidak hanya datang menyerahkan bantuan, tetapi turun menemui para korban.

Dari lokasi, Aris memastikan bahwa tujuh KK tersebut memang sebelumnya belum menerima bantuan.

Setiap keluarga menerima lima kilogram beras, satu dos mi instan, satu renteng susu, dan satu tikar.

Namun, kedatangan bantuan ini sekaligus membuka fakta lain, yakni persoalan administrasi kependudukan ternyata ikut membuat warga korban gempa terjebak di antara batas wilayah desa.

Ketujuh KK tersebut secara fisik tinggal di wilayah Desa Lengkosambi Utara. Namun, secara administrasi kependudukan mereka tercatat sebagai warga Desa Lengkosambi Tengah.

Ironisnya, posisi permukiman mereka berada di kawasan perbatasan tiga desa – Lengkosambi, Lengkosambi Tengah, dan Lengkosambi Utara.

Situasi tersebut membuat penyaluran bantuan sempat tersendat karena pemerintah desa masing-masing mengalami kebingungan mengenai siapa yang harus bertanggung jawab.

“Karena bantuan (kepada para korban gempa) harus dibuatkan LKPJ”, terang Aris via phone kepada SERGAP, Kamis malam.

Namun, pada Kamis malam, alasan administratif itu akhirnya tidak lagi menjadi penghalang. Bantuan tetap diserahkan kepada warga yang disaksikan oleh tiga kepala desa.

Video: Pengeluhan Korban Gempa

Untuk kebutuhan terpal sebagai tempat berlindung sementara, Aris mengatakan bantuan akan disalurkan melalui kepala desa.

Aris juga memastikan persoalan administrasi kependudukan ketujuh KK tersebut akan ditelusuri lebih lanjut agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

Bagi warga yang sebelumnya menunggu dalam ketidakpastian, kedatangan bantuan tersebut menjadi angin segar.

Video: Pengeluhan Warga

Agustinus Dacunha pun menyambut bantuan itu dan menyampaikan terima kasih kepada Bupati dan Wakil Bupati Ngada yang telah merespons kondisi mereka.

Setidaknya malam ini, tujuh keluarga yang sebelumnya luput dari perhatian akhirnya tidak lagi berdiri sendirian di tengah situasi pascagempa. (cs/cs)