Juru Bicara Gugus Tugas Percepatana Penanganan Covid-19 Provinsi NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius, M.Si.
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatana Penanganan Covid-19 Provinsi NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius, M.Si.

sergap.id, KUPANG – Peneliti Epidemiologi Insitute Teknologi Bandung (ITB) berpendapat kurva kenaikan pasien yang tertular virus corona di Indonesia akan semakin tinggi hingga akhir Mei 2020.

“Pendapat ini juga dibenarkan oleh Prof Amin, Kepala Lembaga Biologi Molekuler (EKMAN) di Jakarta,” ujar Juru Bicara Gugus Tugas Percepatana Penanganan Covid-19 Provinsi NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius, M.Si kepada wartawan di Kupang, Kamis (07/05/2020) malam.

Marius menjelaskan, kecenderungan pertumbuhan angka positif tertular virus corona secara nasional menembus angka kurang lebih 12.776 ribu.

“Ini angka yang sangat tinggi. Tentu angka ini akan naik terus trendnya. Kenaikan kurva itu bukannya melandai, tetapi akan terus naik,” tegasnya.

Karena itu, Marius berharap, informasi dari berbagai media, terutama yang disampaikan oleh para ahli harus menjadi referensi berguna bagi masyarakat NTT.

“Tidak ada cara lain untuk memutus mata rantai seperti yang kami sampaikan setiap malam dan juga pendapat para ahli bahwa virus ini disebar dari Wuhan Cina melalui orang. Orang terbang ke Italia, terbang ke Amerika, terbang ke Australia, terbang ke Indonesia. Melalui orang, bukan melalui udara. Karena itu, menurut Prof Amin tidak ada cara lain untuk menghentikan penyebaran virus ini kecuali dengan memutus arus hubungan antara manusia,” ucapnya.

Setiap malam, lanjut Marius, pihaknya terus menyampaikan instruksi dari organisasi kesehatan dunia agar semua masyarakat mematuhi protokol kesehatan.

“Protokol kesehatan yang dimaksud adalah menghindari hubungan antara manusia, hubungan kontak fisik. Tidak bergabung dalam suatu perkumpulan banyak orang, menghindari kerumunan, sekaligus tidak menciptakan kerumunan. Lalu membatasi lalu lintas orang. Mengapa? Karena virus ini lompat dari satu orang ke orang yang lain. Tidak ada jalan lain untuk menghentikannya, yaitu benar-benar kita tinggal di rumah, tidak melakukan kontak fisik dengan orang lain, apalagi dalam kerumunan-kerumunan besar,” tandasnya.

Marius mengajak masyarakat NTT untuk belajar dari empat negara, yakni Jerman, New Zealand, Korea Selatan, dan  Australia yang mampu menekan kurva penyebaran virus corona.

“Empat negara ini yang berhasil memutus mata rantai penyebaran virus corona. Karena warga masyarakatnya patuh dan taat terhadap protokol-protokol kesehatan yang ditetapkan WHO dan otoritas pemerintah,” tutupnya. (cis/sp/vg)

KOMENTAR SESUAI TOPIK DI ATAS

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.