Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat saat memberi keterangan kepada pers di depan gedung Lab PCR RSUD W Z Johanes Kupang , Kamis (7/5/20).
Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat saat memberi keterangan kepada pers di depan gedung Lab PCR RSUD W Z Johanes Kupang , Kamis (7/5/20).

sergap.id, KUPANG – Siang ini, Jumat (8/5/20), Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Provinsi NTT, Dr. Drg. Domi M. Mere, M.Kes akan mengumumkan hasil test terhadap 46 sampel swab yang diperiksa di laboratorium biologi molekuler RSUD Prof Dr WZ Johannes Kupang.

“Ada 46 sampel. Nah, bagaimana hasilnya? Eesok siang (hari ini) akan diumumkan secara resmi oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT,” ujar Jubir gugus tugas percepatana penanganan Covid-19 Provinsi NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius, M.Si kepada pers di Kupang, Kamis (07/05/2020) malam.

Ya, sejak Kamis (7/5/20 pagi, Lab Polymerase Chain Reaction (PCR) atau lab tes swab di RSUD WZ Yohannes Kupang sudah mulai beroperasi. Beroperasinya tersebut ini dipantau langsung oleh gubernur dan wakil gubernur NTT.

Kehadiran lab ini bertujuan mempercepat tes swab OTG, ODP dan PDP guna mengetahui lebih cepat hasil swabnya, dan disambut gembira oleh berbagai elemen masyarakat, termasuk netizen.

“Puji Tuhan kita sudah punya lab sendiri. Semoga hasil tes swabnya lebih cepat diketahui agar kita bisa lebih tertuju memutus mata rantai Covid-19,” ujar Hendrik Lami kepada SERGAP via pesan facebook, Kamis (7/5/20) malam.

Menurut dia, selama ini, ada jedah waktu yang terlalu jauh antara saat orang dideteksi dengan rapid test dan hasil tes swab yang dikirim dari Jakarta.

“Selama ini pemerintah umumkan telah kirim ratusan sampel swab ke Jakarta, tapi sampai hari ini baru beberapa saja yang dikembalikan, termasuk hasil tes swab 12 orang positif corona itu. Semoga setelah ada lab swab ini, hasilnya bisa lebih cepat diumumkan ke masyarakat. Supaya kita lebih terarah membentengi diri dari penyebaran corona,” katanya. (cis/sp/vg)

KOMENTAR SESUAI TOPIK DI ATAS

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.