Massa APBPK saat demo di depan Mapolres Belu, Kamis (7/1/21).
Massa APBPK saat demo di depan Mapolres Belu, Kamis (7/1/21).

sergap.id, ATB – Sekitar 100 lebih muda-mudi yang tergabung dalam Aliansi Pemuda Belu Peduli Kemanusiaan (APBPK) menggelar aksi demo di Atambua, ibukota Kabupaten Belu pada Kamis (7/1/21).

Para demonstran mendesak Kapolres Belu, AKBP Khairul Saleh, segera membebaskan Akulina Dahu (AD).

AD adalah tersangka kasus penggunaan KTP dengan alamat Kabupaten Malaka dalam Pilkada Belu 9 Desember 2020 lalu.

Massa APBPK mulai berkumpul di Taman Fronteira lalu memilih rute melewati Rumah Jabatan Bupati Belu, Cabang SMA Suria, Cabang Central (tititk orasi 1), Gereja Katedral, Simpang Lima (titik orang ke 2) – depan Polres Belu (titik orasi ke 3) dan berakhir di depan Kantor DPRD Belu.

Dalam aksi ini, massa APBPK juga menghadirkan orang tua AD, yakni Dominikus Asuk dan Veronika Kolo.

Pasangan suami istri itu tampak meneteskan air mata saat tiba di pintu gerbang Mapolres Belu sekira pukul 13.00 Wita.

Remigius Bere, penanggung jawab aksi, dalam orasinya, meminta untuk melihat atau bertemu langsung dengan AD yang kini sedang mendekam di sel tahanan Mapolres Belu.

Remigius berulang kali meminta polisi untuk mengijinkannya bersama orangtua AD untuk bertemu AD guna memastikan apakah kondisi AD baik-baik saja atau tidak.

“Kami bersama orangtua AD ingin bertemu AD sehingga AD tahu bahwa mereka (orang tua) ada datang untuk membebaskannya,” pintanya.

Dalam orasi di hadapan aparat Polres Belu itu, Remigius juga meminta Kapolres Belu keluar dari kantornya untuk bertemu dengan massa APBPK dan orangtua AD.

“Ini orang tua Akulina Dahu, Pak Kapolres dimana? Lihat ini. Kasian orangtua AD tidak sekolah, datang dengan sarung dan sandal jepit. Apakah Pak Kapolres tidak kasihan?,” kata Remigius.

Selain orangtua AD, ibu-ibu aktivis perempuan yang ikut dalam aksi itu turut meneteskan air mata.

Tak lama kemudian, Kapolres Belu melalui Kasat Sabhara meminta orangtua dan perwakilan massa yang diwakili oleh Remigius Bere bersama koordinator aksi, Marselus Seran dan salah satu aktivis muda, Yos Mau untuk bertemu Kapolres Belu.

Hingga berita ini dirilis, Bere cs dan orangtua AD masih di ruang kerja Kapolres Belu. Sementara masa aksi tetap menunggu di luar di bawah guyuran hujan deras.

Orang tua AD saat ikut demo bersama massa APBPK di depan Mapolres Belu, Kamis (7/1/21).
Orang tua AD saat ikut demo bersama massa APBPK di depan Mapolres Belu, Kamis (7/1/21).

Dalam aksi ini APBPK menyampaikan 4 poin penting, yakni:

  1. Meminta Polres Belu segera membebaskan AD;
  2. Meminta Kapolri dan Kapolda NTT segera memeriksa oknum polisi yang terlibat dalam konspirasi kriminalisasi AD;
  3. Meminta Kapolri dan Kapolda NTT untuk segera mencopot Kapolres Belu beserta para petinggi Polres Belu;
  4. Meminta Kapolda NTT segera menuntaskan semua kasus korupsi di Belu yang sudah membusuk di Polres Belu. (sb/tim)

KOMENTAR SESUAI TOPIK DI ATAS

Please enter your comment!
Please enter your name here