Sidang kasus politik uang di PN Atambua dipimpin Hakim Ketua, Gustav Bless Kupa, SH, dan Hakim Anggota, Sisera S. N. Nenohayfeto, SH, dan Olyviarin Rosalinda Taopan, SH pada Kamis (7/1/21).
Sidang kasus politik uang di PN Atambua dipimpin Hakim Ketua, Gustav Bless Kupa, SH, dan Hakim Anggota, Sisera S. N. Nenohayfeto, SH, dan Olyviarin Rosalinda Taopan, SH pada Kamis (7/1/21).

sergap.id, ATB –Pengadilan Negeri (PN) Atambua menjatuhkan vonis penjara kepada terdakwa money politics Pilkada Malaka, Yohanes Bria Seran alias Bei Ulu, selama 30 bulan atau 2,5 tahun penjara dan denda Rp 250 juta subsider atau diganti dengan 1 bulan kurungan penjara.

Vonis hakim ini lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU), yakni 36 bulan atau 3 tahun dengan denda Rp 250 juta atau diganti dengan 1 bulan kurungan penjara.

Sidang kasus politik uang ini dipimpin oleh Hakim Ketua, Gustav Bless Kupa, SH, dengan dua Hakim Anggota, yakni Sisera S. N. Nenohayfeto, SH, dan Olyviarin Rosalinda Taopan, SH di PN Atambua pada Kamis (7/1/21).

Hakim sependapat dengan JPU, Jhon Merdiosman Purba, SH, bahwa Bei Ulu terbukti bersalah melakukan tindak pidana Pilkada sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 187 a Ayat (1) Jo Pasal 73 Ayat (4) Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 Tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2015 Tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2014 Tentang Pemilihan Gubernur, Bupati Dan Walikota Menjadi Undang-Undang.

Kepada SERGAP, Jhon Merdiosman Purba, membenarkan putusan hakim tersebut.

“Soal kasus Money Poltics Malaka, tadi sudah ada putusan, dan putus pidana 30 bulan penjara , selebihnya sesuai dengan tuntutan JPU,” katanya.

Usai sidang, Bei Ulu langsung ditahan Jaksa untuk selanjutnya menjalani hukuman di Lapas Atambua, Kabupaten Belu. (sb/sb)

KOMENTAR SESUAI TOPIK DI ATAS

Please enter your comment!
Please enter your name here