Tumpukan material Rumah Layak Huni di Dusun Oemanas, Desa Naiusu.

sergap.id – RINHAT – Pembangunan 45 unit rumah layak huni di Desa Naiusu, Kecamatan Rinhat, Kabupaten Malaka, kini mangkrak.

Warga menduga, terhentinya proyek tersebut akibat Kepala Desa (Kades) Naiusu, Agustinus Sayo, menilep sebagian dana pembangunan untuk kepentingan pribadi.

Bria K, warga Naiusu yang ditemui SERGAP di Oemanas, menjelaskan, biaya 45 unit rumah yang tersebar di Dusun Toiluan, Nombe, Laelmeni, Oemanas, dan Lotas itu bersumber dari Dana Desa Naiusu tahun anggaran 2017 dan 2018, yakni 2017 sebesar Rp 275 juta untuk 25 unit rumah dan 2018 Rp 220 juta untuk 20 unit rumah.

“Sudah sejak lama material diturunkan, tapi pembangunannya mangkrak. Ada beberapa rumah sudah di fondasi, tetapi tidak ada aktivitas lanjutannya,” beber Bria.

Bahkan, kata dia, pekerjaan 25 rumah jatah tahun anggaran 2017 juga hingga kini terbengkalai.

“Pembangunan fisik memang ada, akan tetapi tidak tuntas, sebagian belum dipasang lantai, sebagian lagi belum di pasang pintu jendela, yah… terpaksa gunakan uang pribadi untuk tuntaskan,” katanya.

Hal yang sama disampaikan oleh Yan B, salah satu pemuda di Desa Naiusu.

Yan mengaku, saat ini pihaknya sedang mengumpulkan bukti untuk melaporkan kasus dugaan korupsi dana 45 rumah itu ke pihak berwajib.

“Sebab sudah tidak jelas pengelolaan dana desa di desa ini. Hal ini disayangkan dan sangat keterlaluan. Diduga kepala desa gunakan anggaran itu untuk memperkaya diri,” tegasnya.

Sementara itu, Agustinus Sayo yang didatangi SERGAP di kantornya pada Jumat (22/3/19) siang, tidak berada di tempat. Sejumlah warga menyebut sang kades sedang berada di Atambua, ibukota Kabupaten Belu.

Namun via telepon seluler, Sayo membantah semua tudingan warga.

“Pengakuan warga itu tidak benar. Sebab material sudah diturunkan semua. Ada yang sudah mulai dibangun, hanya saja warga (sekarang ini) masih sibuk dengan panen jagung,” katanya.

Bangunan pondasi Rumah Layak Huni di Dusun Laelmeni, Naiusu.

Sayo memastikan, selepas panen jagung, proyek tersebut segera dilanjutkan.

“Jangan percaya (omongan warga itu), orang – orang itu bicaranya tidak jelas dan tidak benar,” pungkasnya. (sel/sel)

KOMENTAR SESUAI TOPIK DI ATAS

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.