Leva Nuang
Flyer Leva Nuang yang menuai Pro dan Kontra di Masyarakat.

sergap.id, LEWOLEBA – Dalam dua hari terakhir terjadi pro kontra di media sosial, terutama di facebook, soal pelaksanaan festival Leva Nuang pasca munculnya flyer yang diterbitkan oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Lembata. Ada yang setuju dengan isi flyer itu, ada pula yang protes.

Menanggapi itu, Kepala Dinas Pariwisata melalui Sekretaris Dinas Pariwisata Kabupaten Lembata, Tony Labuan, mengatakan, pro kontra itu terjadi karena informasi yang didapat tidak lengkap.

“Jangan salah mengerti. Jangan hanya lihat kata festivalnya. Lihat dulu isi konten kegiatan di flyer itu apa. Kan ada kegiatan di Boto lanjut ke Wulandoni. Terus di Lamalera itu rombongan wisata hanya ikut misa arwah. Artinya tidak ada acara penjemputan dari pemerintah desa. Pentas musik atau menari juga tidak ada. Karena itu tidak ada dalam agenda festival”, ujar Tony kepada SERGAP di Lewoleba, Rabu (30/3/21).

Menurut dia, rombongan wisata festival Leva Nuang terdiri dari 40 orang dari 20 Desa Wisata di Lembata, serta wisatawan dari luar Lembata.

“Ini seperti yang dulu-dulu Bupati datang ikut misa Leva. Hanya kami perkuat di komunitas-komunitas dalam urusan dapur. Itu yang kami mau bantu. Bantuan ini juga bertujuan memperkuat mereka. Karena kami tahu masyarakat punya tingkat kesulitan yang tinggi. Kehadiran Bupati dan rombongan desa wisata di Lamalera tidak mengganggu acara Leva. Kita justru ikut acaranya masyarakat”, tegasnya.

“Kami naikan flyer itu hanya untuk kepentingan agar orang pariwisata tahu bahwa di Lamalera ada even adat dan budaya masyarakat setempat. Apalagi kami masih menunggu jadwal misa Leva itu, apakah tetap dijalankan pada hari Minggu tanggal 1 Mei atau digeser ke hari Senin tanggal 2 Mei”, katanya.

Tony mengaku, pagi tadi (Rabu 30 Maret 2022), dirinya telah bertemu langsung dengan Kepala Desa Lamalera B, Theo Bataona, di Lewoleba, ibukota Kabupaten Lembata.

“Pak Kades mengatakan, dia juga baru dapat informasi kemarin (Selasa 29 Maret 2022) bahwa Misa Leva akan digeser ke tanggal 2. Karena tanggal 1 kena hari Minggu. Saya kemudian bilang ke dia, kalau begitu kita final dengan jadwal acara kita, yakni rombongan desa wisata nanti masuk ke Lamalera pada tanggal 30 April”, bebernya.

Tony menjelaskan, model festival Leva Nuang adalah berwisata dan bersosialisasi.

“Dan, Kades Lamalera A dan B juga ikut kegiatan di Boto dan Wulandoni, karena kedua desa ini juga telah ditetapkan sebagai Desa Wisata”, ucapnya.

Kata Tony, rombongan desa wisata mulai melakukan perjalanan wisata pada tanggal 29 April 2022 dengan titik star dari Lewoleba, singgah di air panas Sabu Tobo, dan makan siang di Boto.

Setelah makan siang, ada tiga pilihan kunjungan wisata, yakni ke lokasi air terjun Lodovavo, air panas Waiknating, serta ke kebun kopi dan kebun kemiri untuk minum kopi di kampung sekitar.

Setelah itu rombongan kembali ke penginapan dan sosialisasi desa wisata di Boto.

Pagi 30 April, rombongan wisata ke Wulandoni untuk ikut pasar barter sampai jam 11 siang. Setelah itu sosialisasi desa wisata Wulandoni dan berkunjung ke tempat produksi gerabah. Sore sekitar pukul 15.00 Wita, rombongan ke Lamalera dan ke tempat penginapan masing-masing.

“Jam 6 sore kita ikut misa arwah di Pantai Lamalera. Misa arwah ditutup dengan labuh ilin ke laut. Setelah misa arwah kita kembali ke tengah kampung Lamalera di Pohon Budi. Disitu kita makan bersama dengan masyarakat Lamalera. Setelah makan bersama, kita (Dinas Pariwisata) sharing bersama pemerintah desa tentang desa wisata”, paparnya.

“Besok paginya (tanggal 1 Mei 2022) kita ikut misa. Rencananya keluar gereja, Bupati resmikan kantor pusat informasi pariwisata di Lamalera. Itu pun kalau masyarakat setuju. Jika tidak setuju, maka pengresmian tidak dilakukan, dan rombongan langsung ke Tapobali, Tewawutun, Lolong, Mingar, dan kembali ke Lewoleba”, tutup Tony. (kor/kor)

1 COMMENT

  1. Fesival ini penting. Penting untuk terus menerus promosi Lembata, terutama wisata pantai bagian selatan. Yang menolak itu manusia bodoh juga goblok. Maju terus Dinas Pariwisata, abaikan gonggongan anjing kudis yang protes tidak berdasar. Logika mereka tumpul, jadi maklum saja, hhhhhhh

KOMENTAR SESUAI TOPIK DI ATAS

Please enter your comment!
Please enter your name here