sergap.id, BETUN – Proyek pembangunan gedung Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Penyangga Perbatasan (RSSP) Betun, Kabupaten Malaka, Provinsi NTT, hingga kini belum selesai.

Padahal proyek senilai Rp 12.550.524.635,87, yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) ini mulai dikerjakan oleh PT Naviri Multi Konstruksi sejak tanggal 20 Juli 2019.

Berdasarkan kontrak Nomor: RSPP.BTN/PPK.FISIKIGD/KONTRAK/03/VII/2019, proyek ini harusnya selesai pada tanggal 31 Desember 2019.

Wahyono, Kepala Cabang PT Naviri Multi Konstruksi, mengatakan, pengerjaan proyek IGD tersebut mendapat penambahan waktu (adendum) selama 60 hari.

Karena keterlambatan ini pula, PT Naviri Multi Konstruksi siap menerima sanksi sesuai amanat Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah.

“Ya, sanksi itu sudah pasti,” ujar Wahyono kepada SERGAP, Selasa (18/2/20).

Bangunan IGD tersebut berlantai dua. Lantai pertama berukuran 40×19,5, sedangkan lantai 2 berukuran 20mx 19,5m. Gedung ini juga menggunakan lift berkapasitas 600 kilo gram (kg).

“Dia (lift) berdiri sendiri dan connect dengan bangunan lama,” kata Wahyono.

Wahyono yakin pekerjaan ini akan selesai tepat waktu adendum.

“Keterlambatan ini kendalanya adalah bahan bangunan yang terlambat di drop dari Surabaya. Yah kita ambil bahan di Surabaya. Dan, waktu hari Raya Natal 2019 bahan masuk terlambat,” bebernya. (sel/sel)

KOMENTAR SESUAI TOPIK DI ATAS

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.