Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT, DR. drg. Domi Mere, M.Kes
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT, DR. drg. Domi Mere, M.Kes.

sergap.id, KUPANG – Saat ini RSUD WZ Yohanes Kupang telah memiliki dua alat tes sampel swab Covid-19, yakni alat tes swab PCR real time, dan alat tes swab cepat Molekuler yang baru didatangkan dari Jakarta.

“Selain menggunakan pemeriksaan PCR real time, hari ini juga sudah lakukan uji coba tes swab menggunakan peralatan tes cepat molekuler,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT, drg. Domi Mere, kepada wartawan di Kantor Dinas Kesehatan Provinsi NTT, di jalan Palapa, Kota Kupang, Kamis (28/5/20) sore.

“Kapasitas pemeriksaan akan kita tingkatkan terus, sudah ada alat tes cepat Molekuler dan mudah-mudahan dengan adanya penambahan peralatan ini, lebih cepat pemeriksaan swabnya,” ucapnya.

Untuk mempercepat pemeriksaan sampel swab, kata dia, Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi NTT akan segera menjemput sampel swab yang ada di sembilan kabupaten zona merah Covid-19, yakni di Kabupaten Sikka, Kabupaten Manggarai Barat, Kabupaten Sumba Timur, Kabupaten Ende, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Kabupaten Rote Ndao, Kabupaten Flores Timur, Kabupaten Nagekeo, dan Kabupaten Manggarai.

“Ada rencana untuk mengambil swab di daratan Flores yaitu di Manggarai Barat dan Ende, juga Sumba. Mudah-mudahan segera bisa kita jemput dan kumpulkan semua swab yang sudah dipersiapkan oleh teman-teman di lapangan,” bebernya.

Dia berharap masyarakat tetap menjalankan protap kesehatan untuk mencegah penularan Covid-19 yang lebih luas secara lokal.

“Yang sekarang harus kita lakukan adalah kita ingin agar supaya tidak ada lagi transmisi lokal di wilayah NTT, terutama di 10 Kabupaten/Kota (zona merah) itu,” tegasnya.

Jika pada tanggal 15 Juni 2020 nanti sudah mulai diberlakukan kehidupan new normal, maka masyarakat harus tetap waspada terhadap Covid-19.

“Upaya-upaya yang kita persiapkan, penerapannya pada tanggal 15 Juni 2020. Semua gugus tugas harus siap untuk menyusun protokol-protokol yang harus disampaikan kepada gugus tugas Kabupaten/Kota. Kedepan tentu seluruh komponen masyarakat harus berkolaborasi untuk mengatasi atau mencegah atau mendeteksi terutama pasien-pasien covid yang muncul di kemudian hari,” pungkasnya. (ns/ns)

KOMENTAR SESUAI TOPIK DI ATAS

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.