Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo, yang baru mendengar kejadian tersebut, tampak kaget. Ia berharap jajarannya, termasuk Satgas Covid-19 lebih banyak memberi edukasi kepada masyarakat agar kejadian yang sama tidak terulang lagi.
Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo, yang baru mendengar kejadian tersebut, tampak kaget. Ia berharap jajarannya, termasuk Satgas Covid-19 lebih banyak memberi edukasi kepada masyarakat agar kejadian yang sama tidak terulang lagi.

sergap.id, MOF – Dua petugas Satgas Covid-19 Kabupaten Sikka nyaris dihabisi warga saat akan menjemput pasien positif covid yang menjalani isolasi mandiri di Desa Dorang, Kecamatan Dorang.

Petugas yang sempat ditebas dengan parang itu adalah Neno da Silva alias Yoseph dan Erasmus.

Keduanya ditugaskan menjemput pasien untuk dibawa ke karantina terpusat di Maumere, ibu kota Kabupaten Sikka. Namun saat tiba di desa yang dituju, keduanya dikejar warga dengan parang dan nyaris terbunuh.

Kepada wartawan, Yoseph mengaku, kejadian tersebut , terjadi pada hari Minggu (15 Agustus 2021) pagi.

Awalnya, kata Yoseph, dirinya sudah memiliki firasat kurang enak saat tiba di lokasi penjemputan pasien. Sebab disitu sudah ada banyak warga yang berkumpul, dan ditangan mereka terlihat sedang memegang parang, dan sebagainnya lagi membawa bensin.

Massa kemudian berjalan mendekati mobil ambulance yang dikemudi oleh Eramus.

Karena takut, Joseph dan Eramus memutuskan keluar dari mobil untuk melarikan diri. Namun saat akan kabur, Yoseph dihadang oleh salah seorang warga yang saat itu juga mengayunkan parang ke arah Yoseph. Beruntung Yoseph bisa menghindar dan melanjutkan pelariannya, walau ia sempat jatuh teperosok yang mengakibatkan luka lecet di tangan dan kakinya.

Setelah itu, Yoseph kembali berlari, dan ia kembali dihadang oleh warga lain dengan parang. Beruntung ia mampu menghindar dan meloloskan dari dari kepungan warga.

Saat berlari itu, lanjut Yoseph, ia sempat mendengar warga berteriak, bakar… Bakar…, yakni warga bermaksud membakar mobil ambulance.

Sejauh ini belum diketahui kondisi terakhir mobil ambulance yang ditinggalkan Eramus dan Yoseph di Tempat Kejadian Perkara.

Sementara itu, dari sebuah video yang beredar di media sosial, terlihat banyak warga yang pegang parang sambil berteriak mengusir Yoseph dan Eramus.

Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo, yang baru mendengar kejadian tersebut, tampak kaget. Ia berharap jajarannya, termasuk Satgas Covid-19 lebih banyak memberi edukasi kepada masyarakat agar kejadian yang sama tidak terulang lagi. (cr1/cr2)

KOMENTAR SESUAI TOPIK DI ATAS

Please enter your comment!
Please enter your name here