Direktur RSD Aeramo, dr. Renny Wahyuningsih
Direktur RSD Aeramo, dr. Renny Wahyuningsih.

sergap.id, MBAY – Direktur Rumah Sakit Daerah (RSD) Aeramo, dr. Renny Wahyuningsih, mengatakan, ada empat kategori pasien positif Covid-19, yakni tanpa gejala, ringan, sedang, dan berat. Keempat kategori ini tidak semuanya harus dirawat di rumah sakit yang telah ditentukan oleh pemerintah untuk penanganan pasien positif Covid-19.

“Berdasarkan tata laksana penanganan pasien Covid-19, ada beberapa kriteria seseorang harus dirujuk atau tidak (ke rumah sakit yang telah ditentukan oleh pemerintah untuk penanganan pasien Covid-19). Seperti tiga orang positif covid di Nagekeo ini. Mereka adalah pasien postif tanpa gejala. Mereka dalam keadaan sehat. Karena itu mereka saat ini hanya menjalan isolasi diri (di salah satu gedung RSD Aeramo),” ujar Reny kepada SERGAP, Jumat (5/6/20).

Renny menegaskan, walau dinyatakan positif Covid-19 berdasarkan tes Swab di Lab PCR RSUD WZ Yohanes Kupang, namun tiga pasien yang saat ini sedang menjalani isolasi diri di RSD Aeramo dalam keadaan sehat.

Gedung isolasi ketiganya pun terpisah dengan gedung pelayanan pasien umum lainnya.

“Mereka di ruangan tersendiri,” ungkap Renny.

Menurut Renny, pelayanan terhadap pasien Covid-19 Plus dibagi dalam 4 kategori, yakni

  1. Tanpa Gejala, penagannya: isolasi mandiri di rumah selama 14 hari. Pasien diberi edukasi apa yang harus dilakukan (leaflet untuk dibawa ke rumah) di beri Vitamin C, 3 x 1 tablet (untuk 14 hari). Pasien mengukur suhu tubuh 2 kali sehari, pagi dan malam hari. Pasien dipantau melalui telepon oleh petugas Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP). Kontrol di FKTP setelah 14 hari untuk pemantauan klinis.
  2. Gejala Ringan, penangannya: ditangani oleh FKTP, contohnya Puskesmas, sebagai pasien rawat jalan. Isolasi mandiri di rumah selama 14 hari. Diberi edukasi apa yang harus dilakukan (leaflet untuk dibawa ke rumah). Diberi Vitamin C, 3 x 1 tablet (untuk 14 hari), Klorokuin fosfat, 2 x 500 mg (untuk 5 hari) atau Hidroksiklorokuin, 1x 400 mg (untuk 5 hari), Azitromisin, 1 x 500 mg (untuk 3 hari) dan Simtomatis (Parasetamol dan lain-lain). Bila diperlukan dapat diberikan Antivirus: Oseltamivir, 2 x 75 mg atau Favipiravir (Avigan), 2 x 600mg (untuk 5 hari). Kontrol di FKTP setelah 14 hari untuk pemantauan klinis.
  3. Gejala Sedang, penanganannya: dirujuk ke Rumah Sakit atau Rumah Sakit Darurat, kalau di Flores yang dianjurkan yakni Rumah Sakit TC. Hilers dan Rumah Sakit Siloam di Labuan Bajo. Isolasi di Rumah Sakit atau Rumah Sakit Darurat seperti Wisma Atlet selama 14 hari. Diberi vitamin C secara Intravena (IV) selama perawatan, Klorokuin fosfat, 2 x 500 mg (untuk 5 hari) atau Hidroksiklorokuin dosis 1x 400 mg (untuk 5 hari), Azitromisin, 1 x 500 mg (untuk 3 hari), Antivirus : Oseltamivir, 2 x 75 mg atau Favipiravir (Avigan) loading dose 2x 1600 mg hari ke-1 dan selanjutnya 2 x 600mg (hari ke 2-5)  Simtomatis (Parasetamol dan lain-lain).
  4. Gejala Berat, penanganannya: isolasi di ruang isolasi Rumah Sakit Rujukan dan diberikan obat-obatan rejimen COVID-19, Klorokuin fosfat, 2 x 500 mg perhari (hari ke 1-3) dilanjutkan 2 x 250 mg (hari ke 4-10) ATAU Hidroksiklorokuin dosis 1x 400 mg (untuk 5 hari), Azitromisin, 1 x 500 mg (untuk 3 hari), Antivirus : Oseltamivir, 2 x 75 mg atau Favipiravir (Avigan) loading dose 2×1600 mg hari ke-1 dan selanjutnya 2 x 600mg (hari ke 2-5) , Vitamin C diberikan secara Intravena (IV) selama perawatan, diberikan obat suportif lainnya, serta pengobatan komorbid yang ada, selain itu di lakukan monitor yang ketat, agar tidak jatuh ke gagal napas yang memerlukan ventilator mekanik.

“Untuk 3 pasien yang terkonfirmasi positif di Nagekeo masuk dalam kategori Tanpa Gejala. Jadi mereka tidak perlu dirujuk. Mereka hanya menjalani isolasi mandiri sambil menunggu hasil Swab,” kata Renny. (sg/sg)

KOMENTAR SESUAI TOPIK DI ATAS

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.