Kresensia Yuniarti Idin alias Aci, mantan pegawai Bank Mandiri Bajawa, Kabupaten Ngada.
Kresensia Yuniarti Idin alias Aci, mantan pegawai Bank Mandiri Bajawa, Kabupaten Ngada.

sergap.id, BAJAWA – Kresensia Yuniarti Idin alias Aci, mantan pegawai Bank Mandiri yang kini sedang mendekam di Rumah Tahanan (Rutan) Bajawa karena terbelit kasus penipuan uang miliaran rupiah milik warga Kecamatan Soa, kini kembali dilaporkan ke Polres Ngada karena kasus yang sama.

Aci diadukan ke Polres Ngada oleh Yohanes Brahmans Podhi alias Yoman Podhi, warga Wulilade, Desa Tarawali, Kecamatan So’a, Kabupaten Ngada, pada Rabu (5/8/20) pagi.

Kepada SERGAP, Yoman menjelaskan, tanggal 18 Maret 2019 lalu, Yasinta Muku menemuinya di kebun, dan mengaku ingin meminjam uang Rp 100 juta untuk Aci, anak mantunya (Aci adalah istri dari Aleksander Aloysius Beru, anak kandung Yasinta Muku).

“Saya katakan pada Yasinta bahwa saya tidak kenal Aci, lalu dijawab bahwa Aci bekerja di Bank Mandiri Bajawa. Saya kemudian mengabulkan permintaan dengan syarat: pinjam 100 juta selama 1 bulan dan dikembalikan Rp 115 juta pada tanggal 12 April 2020,  karena uang ini saya kredit di Bank BRI unit Soa,” beber Yoman.

Singkat cerita, pinjaman pertama ini tak bermasalah. Sebab Aci mengembalikan tepat waktu. Namun pada tanggal 12 April itu juga, Aci kembali mengajukan pinjaman sebesar Rp 90 juta.

Kepada Yoman, Aci mengaku, Rp 90 juta ini akan disetor ke Bank Mandiri, tempat ia bekerja. Setelah itu, Aci berjanji kepada Yoman bahwa ia akan menyerahkan bukti setoran kepada Yoman. Namun janjinya tak pernah ditepati.

“Saya SMS tanya selip penyetoran, tapi dia jawab dia masih di Ruteng (ibu kota Kabupaten Manggarai). Dan, setelah 2 minggu masa pinjaman, Aci mulai merekayasa dan mencoret – coret surat perjanjian agar tanggal 5 Mei 2019, uang 90 juta itu di kembalikan pada saya. Kemudian tanggal 6 Mei 2019 saya SMS lagi dan dia jawab, dia masih di Riung, nanti besok baru antar uangnya. Ternyata bohong semua,” papar Yoman.

Juni 2019, Yoman kaget saat mendengar berita bahwa Aci dan suaminya telah kabur dari rumah tinggal mereka di Desa Ngabheo,  So’a. Karena itu kasus ini pun dilaporkan ke Polres Ngada, dan tak lama kemudian Aci dibekuk polisi.

Kepada Yoman dihadapan polisi, Aci mengaku Rp 90 tersebut telah ia pakai untuk membeli mobil seharga Rp 80 juta dan perabot rumah tangga sisanya.

Sejak dilaporkan pada 27 Mei 2019 dengan nomor Laporan Polisi (LP): STPL /75/V/2019/NTT/Res Ngada, kasus penipuan ini tidak diproses hukum. Polisi beralasan Yoman lebih ingin uangnya kembali daripada proses hukum.

Tapi karena uangnya tak pernah kembali, Yoman akhirnya kembali membuat LP baru pada Rabu, 5 Agustus 2020.

“Saya ingin proses hukum kasus ini tuntas. Saya benar-benar kecewa dengan Aci. Mudah-mudahan tidak ada korban lain yang tertipu,” ucap Yoman.

  • Surat Pernyataan

Tanggal 24 April 2019, Aci telah membaut pernyataan yang mengatakan bahwa dirinya benar-benar telah meminjam uang dari Yoman senilai Rp 90 juta.

Dalam pernyataan tersebut, uang itu mestinya dikembalikan pada tanggal 5 Mei 2019 dengan total pengembalian (modal + bunga) sebesar Rp 104 juta.

“Biar proses hukum saja. Saya sangat sakit hati dengan perbuatannya. Apalagi uang yang saya pinjamkan kepada dia itu adalah uang modal usaha saya yang saya pinjam dari BRI,” tegas Yoman.

Yohanes Brahmans Podhi alias Yoman Podhi, warga Wulilade, Desa Tarawali, Kecamatan So'a, Kabupaten Ngada
Yohanes Brahmans Podhi alias Yoman Podhi, warga Wulilade, Desa Tarawali, Kecamatan So’a, Kabupaten Ngada.

“Kasus ini bukan hanya saya yang alami. Ada sekitar 20 korban dengan nilai kerugian Rp 3 miliar lebih,” tutup Yoman. (sg/sg)

KOMENTAR SESUAI TOPIK DI ATAS

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.