Bruno Atok saat memberi keterangan kepada wartawan di Betun, Malaka.
Bruno Atok saat memberi keterangan kepada wartawan di Betun, Malaka.

sergap.id, BETUN – Sudah jatuh tertimpa tangga, pribahasa ini mungkin layak dialamatkan kepada pasangan suami istri (pasutri) Bruno Atok dan Beatriks Bano Nahak.

Pasalnya, warga Desa Umatoos, Kecamatan Malaka Barat, Kabupaten Malaka, Provinsi Nusa Tenggara Timur itu mengalami stres berlapis.

Sebab, saat kasus uang milik mereka sebanyak Rp 20 juta yang lenyap di koperasi Kasih Sejahtera (KS) belum kelar penyelesaiannya, mereka malah dilaporkan oleh dewan pengurus koperasi KS ke polisi.

Bruno dan Beatrik dilaporkan ke Polres Malaka dengan nomor laporan polisi: LP/08/II/2021/NTT/SPKT/Polres Malaka, tanggal 10 Februari 2021.

Bruno dan istrinya baru mengetahui adanya laporan polisi itu pada Jumat, 19 Februari 2021, ketika menerima surat panggilan dari Satreskrim Polres Malaka.

“Surat (panggilan) itu untuk saya dan istri. Hau kalua polisi naran (saya lupa nama polisi itu). Surat ne no rua (surat ada dua), untuk saya dan istri. Isi suratnya sama,” ujar Bruno kepada SERGAP usai menerima surat panggilan dari Satreskrim Polres Malaka.

Namun Bruno memastikan ia bersama istri akan menghadap penyidik Satreskrim Polres Malaka pada hari ini, Senin (22/2/21).

“Halo tuir surat ne (ikuti saja surat panggillan). Kita orang kecil ini jika tidak berbuat, yah kita siap hadapi. Ami dale (kami omong) ke wartawan sesuai apa yang terjadi.  Loit lakon i rekening (uang memang hilang di rekening). Lalu apa yang bohong? Berita mana yang fitnah? Kami ini korban. Uang kami hilang, lalu kami dilaporkan ke polisi. Tujuan apa Romo (pengurus koperasi KS) lapor kami ke polisi? Padahal sudah jelas uang kami hilang (di koperasi KS). Tapi kami dilaporkan ke polisi,” turur Bruno dalam bahasa campur Tetun-Indonesia.

Menurut dia, ia dan istrinya baru mengetahui uang hilang di rekening koperasi KS ketika ia bersama istri akan menarik uang.

“Kan sudah jelas, waktu ami (kami) mau ambil uang (di kantor cabang koperasi KS di Weoe), uang itu sudah tidak ada. Katanya sudah ada yang tarik itu uang di (kantor cabang) Betun (ibu kota Malaka),” tegasnya.

BACA JUGA: Teller CU Kasih Sejahtera Cairkan Rp 20 Juta Tanpa Ijin Pemilik Uang

Bruno menjelaskan, ketika kasus uang hilang menguak ke publik, pihak koperasi menuding bahwa uang itu diambil atau dicairkan sendiri oleh istrinya.

“Awalnya mereka bilang istri saya yang ambil, dong (mereka) hanya cocokan tanda tangan dengan huruf. Lalu saya tanya kasir (sambil menunjuk istrinya), ini saya punya istri, dia yang datang ambil uang itu kah? Truss kau tidak tanda (muka) kah? Truss kasir bilang, (orang yang cairkan uang itu) orangnya kurus, rambut ikat pi (ke) blakang. Trusss saya bawa istri saya ke kasir, kasir tidak bilang kalau itu nona (pelaku yang cairkan uang Rp 20 juta) saya pung istri. Saya tanya ada CCTV? Dong bilang CCTV belum ada. Yah… jelaslah bukan kita yang ambil. Kalau kita yang ambil, kenapa kita harus pi (pergi) tuntut (ke koperasi KS),” paparnya.

Bruno mengaku tidak takut menghadapi laporan polisi yang dibuat oleh dewan pengurus koperasi milik Keuskupan Agung Atambua itu.

“Kenapa kita harus takut,” ucapnya.

BACA JUGA: DP CUKS Curigai Pemilik Uang, Beatriks: Untuk Apa Menipu Nai Lulik?

Bruno menambahkan, ada yang aneh dalam kasus uang hilang di koperasi KS, yakni pihak koperasi secara sepihak mengganti nomor rekening milik istrinya.

“Mereka itu pake nomor rekening baru, bukan nomor rekening (di) buku ini. Waktu saya tanya mereka, ini kan nomor rekening baru? Nomor rekening baru ini kan kami tidak tahu, kamu kastau lewat mana? Dong bilang rekening baru itu ada pengumunan lewat Gereja. Nah truss kenapa kami bisa pi tarik (itu uang Rp 20 juta)? (Padahal)  kamu cetak rekening baru, kamu tidak kastau kami. Dong tiru tanda tangan di nomor rekening baru itu to! Kan dong tanya kami bilang; jangan sampe kamu punya buku hilang? Ahhh kami pung (punya) buku masih ada disini ni. Itu hari kasir sampe bilang, ini kami punya kelalaian. Padahal yang tahu nomor rekening baru itu hanya mereka sendiri,” pungkasnya. (sb/sb)

2 COMMENTS

KOMENTAR SESUAI TOPIK DI ATAS

Please enter your comment!
Please enter your name here