Sampah di selokan di seputaran Pasar Inpres Naikoten I Kupang.

sergap.id, KUPANG – Perilaku membuang sampah sembarang ternyata tidak mengenal tingkat pendidikan maupun status sosial. Kurang kesadaran pentingnya kebersihan menjadi faktor dominan.

Hal ini terlihat di Kelurahan Naikoten I, Kecamatan Kota Raja, Kota Kupang.

Hasil amatan SERGAP selama sebulan terakhir di sekitar Pasar Inpres Naikoten I dan di sepanjang kali Biknoi, Naikoten I, tampak warga dari berbagai tingkat pendidikan dan sosial membuang sampah di sini.

Akibatnya, sampah menumpuk, bau menyengat, pandangan menjadi buruk, dan warga sekitar hidup di bawah ancaman penyakit.

Yah… membuang sampah sembarangan belakangan ini seolah sudah menjadi gaya hidup baru. Berbagai peraturan pemerintah yang melarang agaknya tidak mempan membuat sebagian masyarakat jera.

Tak tahan dengan kondisi ini, sejumlah netizen yang peduli pada lingkungan mulai membuat status di facebook masing-masing yang bertujuan menyindir mereka yang biasa dan terbiasa buang sampah di sembarang tempat.

“SD 6 tahun, SMP 3 Tahun, SMA 3 tahun, kuliah 4,5 tahun, eh masih buang sampah sembarangan! Sekolah 16 setengah tahun belajar apa sa…?”.

“Merasa terpelajar, tapi kurang ajar. Terdidik tapi berperilaku udik. Otak masih ada di kepala atau jangan-jangan sudah pindah di ketiak? Buang sampah kok sembarangan…!”.

“Pingin hidup sendiri? Beli itu Pulau Kera, biar lu bisa buang sampah sembarang, lalu lu hirup tu bau sendiri, sekolah mah bodok ke kerbo”.

“Ya Tuhan cabutlah nyawa orang yang suka buang sampah di sungai ini”.

Kondisi sampah berserakan di selokan terlihat belakang pasar dan di RT 24 RW 09 serta RT 25 RW 10, Naikoten 1.

Ketua RT 24, RW 09, Kelurahan Naikoten I, Kota Kupang, Luis Oematan.

Ketua RT 24, Luis Oematan, mengaku, sampah rumahan tersebut dibuang oleh warganya dan warga dari luar RTnya.

Sampah di selokan di seputaran Pasar Inpres Naikoten I Kupang.

Keadaan yang sama terlihat di sungai Bikno’I, tepatnya di bawah jembatan yang menghubungkan Naikoten 1 dan kampung Labat, Kelurahan Bakunase II, Kota Raja.

Tampak sampah softex, pempers orang tua, pempers bayi, bulu ayam, sisa sayuran, dan masih banyak lagi menumpuk di bawah jembatan.

“Yang biasa buang sampah disini itu orang dari Labat. Kita sudah tegur ulang-ulang tapi mereka masih tetap buang disini. Biasanya mereka buang pada malam hari. Kami ada te’e dong ni, dapat na langsung papoko,” kata Ma Jo, warga bantaran kali Bikno’i.

Sampah di selokan di seputaran Pasar Inpres Naikoten I Kupang.

“Kita harap mereka segera sadar bahwa kita yang tinggal disini tidak suka lihat mereka buang sampah disini,” tutup Ma Jo. (vh/sp)

KOMENTAR SESUAI TOPIK DI ATAS

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.