Salah satu wisatawan manca negara sedang belajar bermain musik Sasando.

sergap.id, SASANDO – Kehadiran Indonesia Pavilion sebagai wajah pembangunan dan budaya Indonesia yang digagas oleh Kementerian BUMN sejak 8-14 Oktober 2018, mendapat apresiasi dari ribuan pengunjung IMF – World Bank 2018.

Hal ini karena beragam kebudayaan Tanah Air yang tercermin di sini sangat memukau.

Salah satu yang terpukau dengan segala kebudayaan yang dipamerkan di dalam hall seluas 2.000 meter ini adalah Direktur Pelaksana IMF Christine Lagarde.

Dia kagum dengan eksibisi produk-produk yang ada, bahkan menyempatkan diri untuk berinteraksi dengan pengrajin lukis kipas dan pemusik Sasando, alat musik tradisional Khas Rote, NTT.

“Indonesia Pavilion sangat mengesankan,” ucap Lagarde dalam keterangan tertulis, Minggu (14/10/2018).

Di sini, ribuan pengunjung juga hilir mudik melihat pengenalan Indonesia in Numbers yang ditampilkan lewat layar multimedia. Paparan mengenai perkembangan sektor-sektor pembangunan prioritas pemerintahan Presiden Jokowi diungkap di sini.

Tak hanya itu, ada juga Mini Theater yang mempertontonkan video kemajuan pesat perekonomian dan pembangunan Indonesia. Delegasi dari 189 negara yang hadir terlihat tertarik dengan produk sektor transportasi hingga pertahanan, salah satu yang banyak disimak adalah replika pesawat CN 235 produksi PT Dirgantara Indonesia.

“Saya tertarik dengan pesawat CN 235 karena ternyata ini buatan Indonesia sendiri,” kata delegasi Prancis Jean-Alexandre Egea.

Kemudian ada juga yang tertarik dengan pameran wisata dan budaya di Indonesia Pavilion ini. Tak sedikit yang antusias dengan demo live show para pengrajin batik, tenun, songket, tas rotan, eco print, suling dan topeng Bali.

Pengrajin juga memberikan kesempatan pada pengunjung untuk langsung mempelajari pembuatan kerajinan tangan itu, bahkan bisa membawa pulang hasil kerajinan yang mereka buat dalam workshop singkat.

Indonesia Pavilion 2018

Di Indonesia Pavilion, pengrajin atau UKM yang ada bisa memasarkan langsung produk mereka pada para pengunjung. Produk yang ditawarkan sangat beragam, mulai dari teh, kopi, coklat, aksesoris dari perak dan mutiara dengan nilai tertinggi hingga lebih dari Rp 20 juta, hingga compact disc kompilasi musik-musik tradisional Indonesia yang diproduksi oleh studio rekaman bersejarah Indonesia, Lokananta.

Selain itu, di sini juga memperlihatkan pesatnya perkembangan ekonomi Tanah Air, infrastruktur, wisata dan budaya bahkan teknologi kekinian yang bisa langsung dirasakan oleh pengunjung delegasi. Contohnya, pengunjung bisa mengetahui Indonesia Pavilion secara digital melalui aplikasi PalapaONE.

Aplikasi PalapaONE ini yang menyuplai segala informasi seperti denah pameran, scan barcode produk-produk yang dipamerkan, sampai informasi dan akses langsung dengan BUMN terkait, serta peluang untuk berinvestasi.

Indonesia Pavilion juga memberikan kemudahan bertransaksi bagi para pengunjung dengan menggunakan aplikasi yap! (Your All Payment) dari BNI. Aplikasi ini sedang piloting interoperabilitas QR Code antara aplikasi yap! dengan aplikasi e-wallet domestik lain untuk dapat bertransaksi menggunakan aplikasinya pada QR yang terpasang di merchant yap!.

Keunikan aplikasi yap! di Indonesia Pavilion adalah pengunjung dapat menggunakan Kartu Debit BNI, Kartu Kredit BNI serta UnikQu (uang elektronik) sebagai sumber dana dalam bertransaksi sehingga transaksi dapat dilakukan secara non tunai (cashless) dan bahkan tanpa kartu (cardless).

Selain itu, sebagai bentuk konsistensi dan komitmen menerapkan cashless dan digitalisasi, seluruh produk UKM yang di jual di Indonesia Pavilion juga telah disediakan QR Code yang menyajikan informasi mengenai bahan, keunikan, harga produk dan tempat produksinya.

Tak sampai di situ saja, di area luar Indonesia Pavilion, tamu-tamu dari pertemuan ekonomi dunia juga terhibur dengan penampilan seniman-seniman yang mementaskan sendratari tradisional dan musisi-musisi yang berkolaborasi membawakan lagu-lagu daerah dari beberapa provinsi di Indonesia.

Pada kesempatan ini, beberapa pejabat penting yang hadir antara lain Menteri BUMN Rini Soemarno, Kepala Bekraf Triawan Munaf, Menpar Arif Yahya, Menkeu Sri Mulyani, Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil, Kepala Eksekutif LPS Fauzi Ichsan, Menko PMK Puan Maharani, Menhub Budi Karya Sumadi hingga sejumlah pejabat World Bank dan pejabat menteri negara peserta IMF-World Bank. (adv/adv)

KOMENTAR SESUAI TOPIK DI ATAS

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.