Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT, Drg. Dominikus Minggus Mere saat menjelaskan bahaya Virus Corona kepada wartawan di Kupang, Jumat (24/1/20).

sergap.id, KUPANG – 26 orang di China dilaporkan tewas karena diserng Virus Corona. Virus mematikan ini telah menyebar cepat ke Indonesia, Singapura, Thailand, Amerika Serikat, dan Arab Saudi.

Di Jakarta, satu orang kini sedang diobservasi di Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso karena diduga terjangkit virus ini.

Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengimbau masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat dan menjaga daya tahan tubuh guna meminimalisir potensi terinfeksi virus corona.

Kini, Kementerian Kesehatan RI telah menetapkan siaga satu terhadap virus corona. Tujuannya untuk mencegah penyebaran virus yang berasal dari China itu ke Indonesia.

Terawan menjelaskan, pihaknya telah mengaktifkan 135 alat pemindai suhu tubuh atau thermo scanner di 135 pintu masuk Indonesia, baik melalui darat, laut, maupun udara.

“Kita juga telah mengaktifkan 100 rumah sakit rujukan Flu Burung bagi masyarakat yang terduga atau terinfeksi virus corona jenis baru, yang juga dikenal dengan nama 2019-nCoV, bisa menular dari manusia ke manusia,” kata Terawan.

Kementerian Kesehatan juga telah meminta seluruh Dinas Kesehatan Provinsi dan Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia untuk mengambil langkah kewaspadaan dini terhadap penyebaran penyakit Pneumonia akibat virus Corona.

Menindaklanjuti itu, Pemerintah Provinsi NTT  telah berkoordinasi dengan  Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kupang  agar mengaktifikan sembilan (9) Thermal Scanner.

“Saya sudah sampaikan kepada kepala KKP untuk segera difungsikan dan diaktifkan. Siapa saja yang masuk ataupun keluar dari Provinsi ini. Baik penumpang dari mancanegara maupun domestik agar terpantau. Ini untuk meminimalisir penyebaran virus corona. Sehingga  kalau sudah ada yang terpapar, dapat segera ditangani dengan cepat dan secara dini serta  tidak menyebar,” ujar Kadis Kesehatan Provinsi NTT, Drg. Dominikus Minggus Mere kepada wartawan di ruang Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT, Jumat (24/1/20) sore.

Organisasi kesehatan Dunia, World Health Organization (WHO) dalam keterangannya pada 23 Januari 2020, menyatakan, Novel Corona Virus (nCoV) merupakan kasus high risk di China, regional dan global. Total sudah 584 kasus dengan total 575 kasus dari 26 wilayah di China dengan 17 orang meninggal dunia di Provinsi Hubei China.

Dominikus Mere, menjelaskan, sebagai daerah yang berbatasan dengan Timor Leste dan Australia, NTT memiliki sembilan Thermal Scanner. Berfungsi memonitor setiap penumpang terutama dari daerah-daerah endemis.

Alat-alat ini ditempatkan dua di Bandara El Tari, dua di Motain, dua di Motamasin,dua di Wini dan satu di Labuan Bajo.

“Karena Labuan Bajo telah menjadi kawasan pariwisata Premium dan NTT  telah masuk dalam destinasi pariwisata internasional, kita telah meminta KKP untuk menambah alat Thermal Scanner ini. Terutama untuk di Labuan Bajo menjadi prioritas,  jumlahnya agar ditambah secepatnya.  Juga untuk Sumba, Alor, Rote dan daerah destinasi pariwisata lainnya. Karena tahun ini, Kementerian Kesehatan akan mengadakan 135 alat ini untuk seluruh Indonesia. Kami akan segera koordinasikan agar kita bisa dapatkan alat ini dalam  jumlah secukupnya,” jelas Domi Mere.

Mantan Sekretaris Daerah Ende ini, mengungkapkan, gejala orang yang terkena Virus Corona sama seperti flu biasa. Tetapi pada akhirnya, gejalanya akan menjurus seperti penyakit SARS dan MERS. Menyerang pernapasan bagian atas. Yang menjadi bahaya, kalau sudah menyerang pernapasan bagian bawah. Bisa jadi pneumonia dan penyakit lainnya.

“Kalau tidak ditanngani secara cepat, akan membahayakan keselamatan jiwa. Karena penangannya harus saksama, maka petugas kesehatan pun harus diberikan protap dan perlindungan diri. Termasuk juga kita  akan menyiapkan ruangan (isolasi) khusus di RSUD W.Z Johannes kalau ada penderita yang terpapar virus ini,” jelas Domi.

Terkait dengan penyakit Demam Berdarah (DBD),  Pemerintah Provinsi terus berupaya membangun koordinasi dengan pemerintah Kabupaten/Kota se-NTT.

“Kita telah mengirimkan surat dari Bapak Gubernur sejak September 2019 untuk seluruh Bupati/Walikota untuk mengantisipasi DBD sejak dini. Kita juga mengirimkan beberapa surat peringatan dan kewaspadaan dini kepada Dinas Kabupaten/Kota agar melakukan kegiatan kerja bakti pemberantasan sarang nyamuk dan kegiatan 3M (Menutup, Menguras dan Mengubur) objek-objek  yang berpotensi jadi sarang nyamuk sebelum musim penghujan,” katanya.

“Untuk saat ini, kita sudah kirimkan tim ke Kabupaten Sikka yang mana Bupatinya telah menetapkan DBD sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB). Juga nanti ke Floeres Timur dan Lembata serta daerah lainnya.  Hal- hal yang menjadi kebutuhan kabupaten akan diback up oleh Provinsi. Karena kejadiannya sudah terjadi, butuh penanganan segera yang melibatkan semua pihak, tidak hanya pemerintah,” tegas Domi Mere.

Domi menjelaskan, mengaku, pihaknya telah meminta kepada  Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota se-NTT untuk secepatnya menangani penderita DBD.

Sampai dengan saat ini, sudah ada 9 Kabupaten yang melaporkan kejadian DBD.

“Yang paling banyak kasusnya adalah Kabupaten Sikka khususnya kecamatan Magepanda. Tapi juga ada laporan dari Manggarai Barat, Ende, Flores Timur, Alor, Kota Kupang. Sampai dengan saat ini untuk tahun 2020 ini, sudah ada 4 orang yang meninggal yakni 2 dari Sikka, 1 dari Alor dan 1 dari Lembata. Kita berupaya keras melakukan penanganan yang cepat dan kolaboratif  agar tidak menjalar dan mewabah seperti tahun lalu,” pungkas Domi.

Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT, Marius Ardu Jelamu, saat menjelaskan soal Virus Corona kepada wartawan di Kupang, Jumat (24/1/20).

Kepala Biro Humas dan Protokol NTT, Marius Ardu Jelamu yang mendampingi Kadis Kesehatan NTT, meminta masyarakat untuk tetap tenang menghadapi berbagai virus dan penyakit yang terjadi.

“Prinsipnya, Pemerintah Provinsi akan berupaya sekuat tenaga memberikan perlindungan kesehatan kepada seluruh masyarakat,” ucap Marius. (Les/Aven/Reme)

KOMENTAR SESUAI TOPIK DI ATAS

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.