
sergap.id, MAUMERE – Duka mendalam menyelimuti umat Katolik, khususnya di wilayah Keuskupan Agung Ende, atas berpulangnya dua imam diosesan, RD. Wilibrodus Wili dan RD. Paskalis Nong Baba. Kepergian keduanya dalam waktu yang berdekatan menghadirkan kesedihan yang begitu dalam, sekaligus mengundang refleksi iman tentang makna pengabdian dan ketulusan seorang gembala.
Kedua imam projo ini pernah melayani umat di Paroki Stella Maris Danga, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo. Selama masa pelayanan, mereka dikenal sebagai sosok yang rendah hati, sederhana, dan dekat dengan umat. Kehadiran mereka bukan hanya sebagai pemimpin rohani, tetapi juga sebagai sahabat dan pendengar setia bagi siapa saja yang membutuhkan.
Jejak pelayanan RD. Wilibrodus Wili dan RD. Paskalis Nong Baba menjadi kesaksian hidup tentang dedikasi seorang imam. Di berbagai tempat tugas, keduanya dikenang sebagai figur penuh kasih yang selalu hadir dalam suka dan duka umat, serta mampu meneguhkan iman dalam kehidupan sehari-hari.
- Wilibrodus Wili mengembuskan napas terakhir di RSUD TC. Hilers Maumere pada Minggu (19/4/2026) pukul 12.30 WITA. Sementara RD. Paskalis Nong Baba juga berpulang di rumah sakit yang sama pada Senin (20/4/2026) pukul 10.55 WITA.
Bagi banyak umat, kematian ini bukan sekadar kehilangan seorang imam, tetapi juga figur ayah rohani yang telah menjadi bagian penting dalam perjalanan iman mereka. Senyum, sapaan hangat, serta pelayanan penuh cinta dari kedua imam asal Maumere (Kabupaten Sikka) ini akan terus hidup dalam kenangan.
Namun, di tengah duka, iman Kristiani menghadirkan harapan. Seperti tertulis dalam Injil Yohanes 14:2, “Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal.” Keyakinan ini menjadi penghiburan bahwa kedua imam telah kembali ke pangkuan kasih Allah dan menikmati damai abadi bersama Sang Pencipta.
-
Umat Diajak Bersatu dalam Doa
Vikaris Episkopal (Vikep) Mbay, RD. Asterius Lado, Pr, mengajak seluruh umat untuk bersatu dalam doa melalui rangkaian prosesi liturgi yang telah dijadwalkan. Hal ini disampaikannya kepada sergap.id melalui pesan WhatsApp pada Senin (20/4/2026).
“Atas nama Keuskupan Agung Ende, kami mengundang para Romo, Pater, biarawan-biarawati, serta seluruh umat beriman untuk mengambil bagian dalam rangkaian doa bagi kedua almarhum,” pintanya.
Adapun rangkaian prosesi kedukaan meliputi:
Misa Arwah Persaudaraan Unio: Senin, 20 April 2026 pukul 18.00 WITA di Kapela Keuskupan Agung Ende, Ndona
Misa Requiem dan Pemakaman: Selasa, 21 April 2026 pukul 14.00 WITA
Misa Malam Ketiga: Kamis, 23 April 2026 pukul 18.00 WITA
Rangkaian liturgi ini diharapkan menjadi momentum refleksi iman sekaligus ungkapan kasih dan penghormatan terakhir bagi kedua imam yang telah mengabdikan hidupnya dalam pelayanan Gereja.
Romo Asterius juga menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan doa dan kehadiran.
“Semoga Tuhan memberkati segala bentuk perhatian dan doa yang dipersembahkan bagi kedua almarhum,” tutupnya.
Selamat jalan, gembala yang setia. Requiescat in Pace. (sg/sg)
































