Gubernur NTT, Viktor Laiskodat.
Gubernur NTT, Viktor Laiskodat.

sergap.id, JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah mencabut lampiran Perpres yang mengatur tentang pembukaan investasi baru industri Minuman Keras (Miras). Gubernur NTT, Viktor Laiskodat, pun menyambut baik pencabutan itu.

“Bagus. Selama itu untuk stabilitas politik, oke! Tetapi begini, kalau untuk NTT, dengan tidak ada investasi lagi, kan bagus, berarti tidak ada saingannya. Yang lama tetap berjalan, yang baru tidak ada lagi, itu dari aspek daerah,” kata Viktor di Kejaksaan Agung, Jalan Bulungan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Rabu (3/3/21) seperti dikutip SERGAP dari DETIK.COM, Sabtu (6/3/21).

Viktor menerangkan alkohol bukan tentang haram dan halal, tetapi tentang budaya. Karena Indonesia, kata Viktor, tercipta dari beragam agama, suku, dan bahasa.

“Di mana mana yang namanya alkohol itu bukan bicara tentang haram-halal, itu bicara tentang taste dan budaya,” tegasnya.

“Nah, Indonesia ini bukan satu agama, bukan satu suku, bukan satu bahasa, kita beragam, keragaman itu harus dapat dilihat menjadi bentuk kekayaan Indonesia, tidak boleh diterjemahkan bahwa satu tidak suka, semua tidak suka. Itulah keragaman dan itulah Indonesia,” sambungnya.

Viktor mengatakan, keberagaman yang dimiliki membuat Indonesia menjadi kuat dan kokoh.

“Jangan karena ketidaksukaan seseorang mengharuskan sama rata semua di sana, saya tidak suka, itu berbeda di situ,” tegasnya.

Viktor menyebut negara-negara maju masih menggunakan alkohol. Viktor pun mempertanyakan penerimaan alkohol dari negara lain yang masuk ke Indonesia.

” Amerika ada tidak alkohol? Eropa ada tidak? Australia? Pasti ada, whatever. Pertanyaan kita, kita tidak produksi dilarang, tapi kita menerima alkohol dari negara-negara lain yang masuk ke Indonesia. Saya tanya, yang mana yang lebih bermartabat, terima barang impor atau membuat sendiri?,” tanya Viktor.

Sebelumnya, Perpres Bidang Usaha Penanaman Modal yang memuat aturan soal usaha miras menuai kontroversi. Presiden Joko Widodo (Jokowi) mencabut lampiran perpres yang mengatur pembukaan investasi baru industri miras yang mengandung alkohol.

“Bersama ini saya sampaikan, saya putuskan lampiran perpres terkait pembukaan investasi baru dalam industri miras yang mengandung alkohol saya nyatakan dicabut,” kata Jokowi dalam siaran pers virtual, Selasa (2/3/21).

Perpres investasi miras ini merupakan lampiran dari Perpres 10/2021 tentang Bidang Usaha Penanaman Modal. Perpres ini ditetapkan pada 2 Februari oleh Jokowi dan diundangkan pada tanggal yang sama oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, Yasonna Laoly.

Berikut daftar bidang usaha soal minuman beralkohol beserta syaratnya:

  1. Bidang usaha: industri minuman keras mengandung alkohol

Persyaratan: a) Untuk penanaman modal baru dapat dilakukan pada Provinsi Bali, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Provinsi Sulawesi Utara, dan Provinsi Papua dengan memperhatikan budaya dan kearifan setempat. b) Penanaman modal di luar huruf a, dapat ditetapkan oleh Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal berdasarkan usulan gubernur.

  1. Bidang usaha: industri minuman mengandung alkohol (anggur)

Persyaratan: a) Untuk penanaman modal baru dapat dilakukan pada Provinsi Bali, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Provinsi Sulawesi Utara, dan Provinsi Papua dengan memperhatikan budaya dan kearifan setempat. b) Penanaman modal di luar huruf a, dapat ditetapkan oleh Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal berdasarkan usulan gubernur.

  1. Bidang usaha: industri minuman mengandung malt

Persyaratan: a) Untuk penanaman modal baru dapat dilakukan pada Provinsi Bali, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Provinsi Sulawesi Utara, dan Provinsi Papua dengan memperhatikan budaya dan kearifan setempat. b) Penanaman modal di luar huruf a, dapat ditetapkan oleh Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal berdasarkan usulan gubernur.

  1. Bidang usaha: perdagangan eceran minuman keras atau alkohol

Persyaratan: Jaringan distribusi dan tempatnya khusus.

  1. Bidang usaha: perdagangan eceran kaki lima minuman keras atau alkohol

Persyaratan: Jaringan distribusi dan tempatnya khusus. (dtk/red)

KOMENTAR SESUAI TOPIK DI ATAS

Please enter your comment!
Please enter your name here