Antonius Bria, SH, MH, MAP
Antonius Bria, SH, MH, M.AP

sergap.id, BETUN – Kasus uang hilang sebesar Rp 20 juta di Credit Union Kasih Sejahtera (CUKS) Betun, Kabupaten Malaka, hingga kini belum ada penyelesaian. Korban bahkan diancam akan dipolisikan karena dituding melakukan pencemaran nama baik.

Kasus uang hilang milik Beatriks Bano Nahak, warga Desa Umatoos, Kecamatan Malaka Barat, di CUKS Betun itu diduga dicairkan oleh orang tak dikenal namun pencairannya dilayani oleh kasir CUKS. Padahal salah satu syarat pencairan uang adalah harus menunjukan buku tabungan.

“Kami dituding (berupaya) menjatuhkan nama baik CUKS, bahkan kami diancam mau dipolisikan karena melakukan pencemaran nama baik lembaga (CUKS), lalu hak kami yang hilang itu bagimana?,” tanya Bruno Atok, suami dari Beatriks Bano Nahak, kepada SERGAP Kamis (21/1/21).

Atok mengaku kecewa dengan sikap CUKS yang terkesan masa bodoh dengan kasus uang hilang milik istrinya.

“Padahal kami selalu bayar lancar kredit di CUKS,” katanya.

“Kemarin kami ditelpon untuk bertemu di kantor CUKS, tapi kami masih menanti orang yang bisa bantu bicara selesaikan masalah ini,” ucapnya.

BACA JUGA: Teller CU Kasih Sejahtera Cairkan Rp 20 Juta Tanpa Seijin Pemilik Uang

Selain Atok, Beatrix pun berharap adanya bantuan dari orang yang paham hukum dan bisa memberi pencerahan terkait kasus yang sedang dihadapinya, sehingga tidak terjadi masalah yang sama di kemudian hari.

Bruno Atok dan Beatriks Bano Nahak
Bruno Atok dan Beatriks Bano Nahak

“Ami ne ema beik (kami ini orang bodok) tidak mungkin kami tipu para Romo dan buat hal yang curang. Kami tetap fokus bahwa ini kesalahan CUKS, karena melakukan pencairan uang tanpa menanyakan identitas orang itu dan menanyakan buku tabungan anggota,” ujar Beatriks.

  • CUKS Harus Bertanggung Jawab

Pengacara muda sekaligus pemerhati sosial di Malaka, Antonius Bria, SH, MH, MAP, menjelaskan, terdapat sejumlah kejanggalan dalam kasus raibnya Rp 20 juta milik Beatriks Bano Nahak.

“Sejanggal apapun kasus kehilangan uang tersebut, pihak Credit Union Kasih Sejahtera harus tetap bertanggung jawab mengembalikan uang yang hilang itu kepada anggotanya,” tegas Bria, Kamis (21/1/21).

Menurutnya, kesalahan tidak serta merta terjadi, lalu ditumpahkan kepada anggota atau nasabah. Tetapi dalam kasus ini ada kelalaian manajemen CUKS Betun.

Karena itu, secara perdata, CUKS harus kooperatif bertanggung jawab kepada anggotanya terkait uang hilang itu. Intinya CUKS harus mengembalikan kerugian yang terjadi.

“Kasus ini merupakan kejahatan perkoperasian yang sifatnya pidana. Peristiwa ini juga menjadi preseden yang sangat buruk bagi industri perkoperasian di Malaka dan Indonesia pada umumnya,” ucap Bria.

Bria mengatakan, raibnya dana anggota CUKS merupakan  kelalaian sistem dan regulasi Koperasi.

Karena itu, perlu dipahami oleh pengurus koperasi bahwa dana koperasi adalah himpunan dari Anggota, oleh Anggota, dan untuk Anggota. Tiga slogan itu menjadi Asas Pendirian Perkoperasian di Indonesia yang mengacu pada Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2012 tentang Perkoperasian.

Sebab dalam UU Nomor 17/2012 itu, Pemerintah tidak berkewajiban, namun Pemerintah hanya membentuk Lembaga Simpan Pinjam yang akan bertanggungjawab sepenuhnya terhadap keselamatan dana anggota.

Jadi sudah jelas bahwa raibnya dana itu menjadi tanggungjawab CUKS, agar apa yang menjadi hak anggota tetap aman.

Jika tidak bisa mengembalikan dana tersebut, anggota berhak mengadu ke pihak berwajib, termasuk bersurat ke OJK, Ombusman, serta Dinas Koperasi Kabupaten dan Provinsi, sebagai bentuk dan upaya pencarian keadilan.

Hal ini ada rana pidananya, yakni tetang kejahatan terstruktur dan tersistem dalam lembaga keuangan swasta.

Pidana tetang kejahatan terstruktur dan tersistem dalam lembaga keuangan swasta non perbankan itu telah diatur dalam UU Nomor 15 Tahun 2002 tentang Pemberantasan Tidak Pidana Koprups.

BACA JUGA: DP CUKS Curigai Pemilik Uang, Beatriks: Untuk Apa Menipu Nai Lulik?

“Ini bukan karena nominal atau berapa jumlahnya, namun tindakannyalah yang merupakan unsur kejahatan dalam lembaga keuangan, baik Bank atau non Bank,  pungkas Bria. (sb/sb)

KOMENTAR SESUAI TOPIK DI ATAS

Please enter your comment!
Please enter your name here