Tenda bantuan keluarga Jacob Nuwa Wea yang langsung digunakan siswa-siswi SMPS St. Petrus Lokatadho
Tenda bantuan keluarga Jacob Nuwa Wea yang langsung digunakan siswa-siswi SMPS St. Petrus Lokatadho

sergap.id, NAGEKEO – Gempa boleh merusak bangunan, tetapi kegiatan belajar anak-anak tidak boleh ikut berhenti.

Semangat itu kembali diwujudkan keluarga Jacob Nuwa Wea dengan menyalurkan lima tenda peleton untuk membantu sekolah-sekolah terdampak gempa bumi di wilayah Kota Keo, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur.

William Yani Wea, kakak kandung Andi Gani Nena Wea, menjelaskan bantuan tersebut diserahkan kepada Romo Onci di Paroki Yakobus Rasul Kota Keo.

Tenda-tenda itu kemudian langsung dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan belajar mengajar di sejumlah sekolah yang membutuhkan ruang belajar sementara.

Setiap tenda memiliki ukuran panjang 13 meter, lebar 6 meter, dan tinggi 3 meter.

Adapun pemanfaatannya yakni:

Pertama, SMPS St. Petrus Lokatadho menggunakan dua tenda. Sekolah ini beralamat di Desa Kotakeo, Dusun Lokatadho, dan berada di bawah naungan Yayasan Sanjaya.

Kedua, SDI Kotakeo menggunakan satu tenda. Sekolah ini beralamat di Desa Kotakeo I, Dusun Mabharobo, RT 08.

Ketiga, SDI Lea menggunakan satu tenda. Sekolah ini beralamat di Desa Degalea, Dusun D, RT 08.

Sementara satu tenda lainnya merupakan bagian dari bantuan lima tenda yang disalurkan melalui Paroki Yakobus Rasul Kota Keo.

Penyaluran bantuan ini menjadi dukungan nyata bagi sekolah-sekolah terdampak agar proses belajar mengajar tetap berjalan di tengah kondisi pascagempa yang belum sepenuhnya pulih.

Bagi para siswa, tenda-tenda tersebut bukan sekadar tempat berteduh. Di sana, mereka kembali belajar, berkumpul dan mempertahankan harapan di tengah situasi yang masih penuh ketidakpastian.

Bantuan keluarga Jacob Nuwa Wea juga menunjukkan bahwa kepedulian terhadap korban gempa tidak berhenti pada kebutuhan pangan dan bantuan darurat, tetapi menyentuh sektor pendidikan yang menjadi masa depan anak-anak.

“Semoga bantuan ini bisa membantu anak-anak sekolah pasca gempa”, ujar William. (le/le)