
sergap.id, BHAUBHELEK – Bagi sebagian orang, selembar terpal mungkin bukan sesuatu yang istimewa. Namun bagi guru dan siswa SMK Negeri 1 Riung, Kabupaten Ngada, satu terpal kini menjadi simbol harapan.
Di tengah situasi pascagempa bumi Flores yang mengguncang pada 15 Agustus 2026, terpal itu menjadi pelindung sederhana agar anak-anak di Dusun Bhaubhelek, Desa Lengkosambi Timur, Kecamatan Riung, tetap bisa duduk di bangku belajar.
Bantuan satu unit terpal tersebut berasal dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dan tiba di SMKN 1 Riung pada Rabu (2/9/2026) sore.
Sehari kemudian, Kamis (3/9/2026), anggota Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 834/Waka Nga Mere turun langsung ke sekolah untuk membantu mendirikan tenda darurat.
Wakil Kepala SMK Negeri 1 Riung Bidang Kurikulum, Yohanes De Brito Wegu, mengatakan bantuan tersebut mungkin terlihat sederhana. Namun manfaatnya sangat besar bagi para siswa yang harus kembali mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM) dalam kondisi serba terbatas.
“Anggota Batalyon 834/Waka Nga Mere yang datang untuk bangun tenda darurat,” ujar Yohanes kepada SERGAP.ID melalui pesan WhatsApp, Kamis (3/9/2026).
Menurutnya, satu terpal tersebut menjadi sangat berarti karena dapat digunakan sebagai tempat berlindung sekaligus ruang untuk menjalankan proses pembelajaran.
“Sekalipun bantuan yang diberikan baru satu terpal, tetapi sudah sangat membantu siswa-siswi kami untuk menjalankan KBM,” katanya.
Yohanes pun menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah memberikan perhatian terhadap kondisi sekolah.
Secara khusus, ia mengapresiasi pemberitaan SERGAP.ID yang mengangkat kondisi SMKN 1 Riung sehingga perhatian terhadap kebutuhan sekolah mulai berdatangan.
“Mewakili para guru dan siswa, saya secara khusus menyampaikan terima kasih kepada media sergap.id yang telah memberitakan kondisi sekolah sehingga mendapat perhatian dari semua pihak,” ujarnya.
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada TNI, khususnya Yonif TP 834/Waka Nga Mere, Kodim 1625 Ngada, Polres Ngada, Pemerintah Kabupaten Ngada, serta seluruh pihak yang selama ini ikut membantu masyarakat terdampak gempa.
Namun, satu terpal bukan akhir dari kebutuhan SMKN 1 Riung. Justru dari bawah terpal itulah terlihat jelas bahwa sekolah tersebut masih membutuhkan dukungan agar kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung secara layak dan aman.
“Kami dari pihak sekolah masih membutuhkan uluran dan bantuan dari semua pihak agar proses KBM bisa berjalan lancar walaupun masih dalam situasi darurat,” kata Yohanes. (sg/sg)































