Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT, Domi Mere, saat menyampaikan adanya penambahan pasien positif corona di NTT kepada wartawan di Kupang, Sabtu (9/5/20) sore.

sergap.id, KUPANG – Berdasarkan tes swab yang dilakukan di RSUD WZ Yohanes Kupang, ada penambahan satu pasien positif corona yang berasal dari 13 orang Klaster Sukabumi (KS), sehingga total pasien positif KS menjadi 9 orang. Sementara 4 lainnya negatif.

Sebelumnya, 8 orang dari KS tersebut lebih dahulu diketahui hasil tes swabnya dan dinyatakan positif corona.

“Tapi empat negatif itu kita akan tes lagi untuk memastikan postitif atau negatif,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT, Domi Mere, kepada wartawan di Kupang, Sabtu (9/5/20) sore.

Itu artinya dari total 46 sampel swab yang rencananya akan diumumkan hari ini, hanya ada penambahan satu positif corona dari klaster Sukabumi.

Mere  berharap masyarakat NTT terus menjaga diri dari corona sesuai protap kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah.

“Kita tidak ingin terjadi transmisi lokal, baik di kupang atau di daerah lain di NTT. Jika ini terjadi, maka energi kita tidak kuat untuk mengatasi,” katanya.

Menurut Mere, belakangan ini di NTT, terutama di Kota Kupang, masyarakat mulai tidak tertib menjalankan protap kesehatan. Ini bisa terlihat dari makin banyak perkumpulanan banyak orang, dan menurunya angka penggunaan masker.

“Kondisi ini bisa dilihat di lapangan,” ucap Mere

  • Pesawat Penjemput Sampel Swab Beroperasi

Pada bagian lain, Mere mengaku, hari ini pesawat penjemput sampel swab dari daerah-daerah di NTT yang dicarter Pemerintah Provinsi NTT sudah beroperasi dengan rute Kupang-Waingapu-Labuan Bajo- Maumere.

“Kehadiran pesawat di Waingapu untuk mengcover pengambilan sampel dari seluruh kabupaten di Pulau Sumba. Sementara di Labuan Bajo mengcover Manggarai Raya, dan Maumere mengcover sampel dari enam kabupaten di Pulau Flores bagian Tengah dan Timur, yakni Ngada, Nagekeo, Ende, Sikka, Flotim, dan Lembata,” paparnya.

Kata Mere, total sampel swab yang diangkut dengan pesawat tersebut berjumlah 520 rapid test, dan 720 VTM.

“Sedangkan pengambilan sampel di Pulau Timor dan sekitarnya dilakukan dengan alat trasportasi darat dan laut,” tutup Mere. (cis/cis)

KOMENTAR SESUAI TOPIK DI ATAS

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.