Pasca Seldy diperiksa sebagai tersangka, sejumlah aktivis anti korupsi asal Malaka di Kupang menggelar aksi demo secara virtual mengutuk penetapan Seldy sebagai tersangka. Mereka membentangkan sejumlah poster mendukung Seldy agar Seldy tidak keder menghadapi ‘teror’ tersangka. Mereka yakin, kebenaran akan menang pada saatnya, walau terus diintimidasi oleh kekuasaan otoriter.
Pasca Seldy diperiksa sebagai tersangka, sejumlah aktivis anti korupsi asal Malaka di Kupang menggelar aksi demo secara virtual mengutuk penetapan Seldy sebagai tersangka. Mereka membentangkan sejumlah poster mendukung Seldy agar Seldy tidak keder menghadapi ‘teror’ tersangka. Mereka yakin, kebenaran akan menang pada saatnya, walau terus diintimidasi oleh kekuasaan otoriter.

sergap.id, BETUN – Kasus demi kasus dugaan korupsi di Kabupaten Malaka mulai mengemuka setelah ditulis oleh Seldy Berek, wartawan Sergap yang ditugaskan di Malaka sejak tahun 2017.

Tak hanya pelaku dugaan korupsi yang terusik, sejumlah pihak yang ikut menggerogoti ABPD Malaka juga terhentak kaget.

Siapa Seldy Berek? Dia hanyalah seorang penulis kecil yang bersama media kecil berusaha mengupas hal-hal kecil demi kepentingan orang-orang kecil. Namun sikap dan tindak tanduknya membuat sejumlah oknum tidak merasa nyaman.

Dia tahu betul isi perut Kabupaten Malaka. Karena dia lahir di bumi bersejarah itu. Itu sebabnya ketika ada hal-hal yang mengganggu bathinnya, dia tak segan mengkritisi lewat tulisan yang diterbitkan oleh media online SERGAP [Media Berita Kita] dengan domain sergap.id.

Dia selalu bergumam dalam fakta. Namun sejawat penjilat memanfaatkan ketulusannya untuk meremas madu. Tak jarang ia dibully di media sosial hanya karena sikap kritisnya dianggap sebagai pendosa yang sok suci. Tapi ia tak bergeming. Dia terus bergulat dengan fakta dan menulis.

Namun sejak ia ditetapkan sebagai tersangka karena menjalankan tugas kewartawanannya, berita tentang dugaan korupsi di bumi berbatasan langsung dengan negara Republic Democratic Timor Leste itu mulai melempem.

Dia sudah dibayar? Tidak!

Dia hanya sedang dipusingkan dengan status tersangkanya. Apalagi sebuah handphone yang selama ini dia andalkan untuk menulis dan mengirim berita ke redaksi ikuti disita polisi.

BACA JUGA: Diancam Akan Dibunuh Hingga Ditetapkan Sebagai Tersangka

Cerita kenapa hingga dia ditetapkan sebagai tersangka sangat panjang. Ini dimulai dari sikap kritisnya terhadap dugaan nepotisme, kolusi, dan korupsi atau KKN di Malaka. Termasuk terhadap soal pemberian mobil dari Bupati Malaka kepada sejumlah pimpinan lembaga vertikal di Belu dan Malaka. Singkatnya, status tersangkanya ini berkaitan erat dengan pemberitaan tentang dugaan KKN yang ia tulis.

Karena itu, mestinya Polres Malaka menyelesaikan kasus ini dengan UU Pers. Itu jika ada yang berkeberatan dengan cara kerja atau karya jurnalistik Seldy Berek. Tapi entah kenapa, tiba-tiba Seldy ditetapkan sebagai tersangka.

Ironisnya, ketika ditetapkan sebagai tersangka, Seldy sama sekali tidak tahu kasus apa yang menjeratnya. Itu karena dia belum pernah dipanggil atau diperiksa. Dia justru baru tahu kasus yang ‘menghukumnya’ itu setelah dipanggil pertama kali oleh polisi dan diperiksa sebagai tersangka.

BACA JUGA: Handphonenya Disita

Siapa dibalik skenario ini? Entalah! Yang pasti Seldy sedang dibelenggu dengan status tersangkanya setelah berhasil membongkar berbagai kasus dugaan korupsi, termasuk  kasus dugaan korupsi pengadaan benih bawang merah yang merugikan negara sebesar Rp 4,9 miliar hinggga Polda NTT menahan 9 tersangkanya.

Karena kiprah Seldy yang tiba-tiba dibenam dengan status tersangka, Ketua Posko Perjuangan Rakyat (Pospera) Kabupaten Malaka, Wendy Nahak, menilai penetapan status tersangka terhadap Seldy ini merupakan upaya kriminalisasi terhadap pers.

Karena, “Kasus yang menimpa wartawan pegiat anti korupsi itu, tidak memiliki dasar hukum yang kuat. Apalagi Seldy tidak pernah diperiksa dan tidak pernah tahu kasusnya apa. Tiba-tiba ditetapkan sebagai tersangka,” ujar Wendy saat bersama sejumlah aktivis anti korupsi mendatangi Kantor Satreskrim Polres Malaka ketika Seldy pertama kali dipanggil dan langsung diperiksa sebagai tersangka pada Senin, (18/5/2020) kemarin.

Sebagai wartawan, kata Wendy, Seldy memiliki hak bertanya sebagaimana diatur oleh Undang-Undang Pers. Karena itu, Polres Malaka tidak bisa serta merta menetapkan Seldy sebagai tersangka. Karena kasus yang diadukan berkaitan dengan kerja-kerja jurnalistik.

“Seldy mengajukan pertanyaan terkait kasus pemberian uang Rp 6 juta, berarti posisi dia saat itu sedang menjalankan profesi wartawan, yang punya hak bertanya atau mencari informasi untuk pemberitaan,” tegasnya.

Wendy mengatakan, pertanyaan Seldy di grup WA Pers Mitra Polres Malaka merupakan pertanyaan untuk mengetahui kebenaran informasi pemberian uang Rp 6 juta.

“Salahnya di mana? Apalagi belum dibuat dalam bentuk berita dan belum dipublikasi. Siapa orang yang menyebarkan pertanyaan Seldy di grup WA itu? Bagi Pospera, Seldy adalah sosok wartawan yang terus berjuang memberantas kasus korupsi di Malaka. Beliau adalah kuli tinta pemberani yang memberitakan kasus dugaan korupsi tanpa pandang bulu,” tegasnya.

Wendy berharap solidaritas wartawan Indonesia bersama organisasi anti korupsi dan masyarakat Malaka untuk bersatu melawan semua bentuk upaya kriminalisasi terhadap Pers, terutama personil pers seperti Seldy Berek.

“Bila perlu bersama-sama kita bawa kasus ini ke Mabes Polri dan Dewan Pers,” tandasnya.

BACA JUGA: Dukungan dari Pimpinan dan Anggota DPRD Malaka

Pasca Seldy diperiksa sebagai tersangka, sejumlah aktivis anti korupsi asal Malaka di Kupang menggelar aksi demo secara virtual mengutuk penetapan Seldy sebagai tersangka.

Mereka membentangkan sejumlah poster mendukung Seldy agar Seldy tidak keder menghadapi ‘teror’ tersangka. Mereka yakin, kebenaran akan menang pada saatnya, walau terus diintimidasi oleh kekuasaan otoriter.

Mereka bahkan meminta polisi untuk menangkap dan memeriksa penyebar pertanyaan Seldy di grup WA itu. Apa kepentingannya hingga dia meneruskan pertanyaan Seldy kepada orang lain? Yang melanggar UU ITE sebenarnya adalah penyebar pertanyaan Seldy itu, bukan Seldy, karena Seldy sedang menjalankan tugasnya sebagai wartawan. (red/bs)

KOMENTAR SESUAI TOPIK DI ATAS

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.