Peserta pelatihan Pelatih Lisensi D Nagekeo.
Peserta pelatihan Pelatih Lisensi D Nagekeo.

sergap.id, MBAY – Pengurus pusat Persatuan Sepak Bola Indonesia (PSSI), Kipnu Hasto Slamet, memberi pelatihan bagi pelatih sepak bola lisensi D nasional yang akan digelar selama delapan hari di aula pertemuan Hotel Sinar Kasih di Mbay, ibu kota Kabupaten Nagekeo.

Kegiatan yang dimulai Minggu (21/3/21) hingga Minggu (28/3/21) ini bertujuan mengembangkan profesionlisme pelatih sepak bola di Nagekeo.

Kepada SERGAP disela-sela kegiatan Senin (22/3/21) pagi, Kadis Pora Nagekeo, Kristoforus Aja, menjelaskan, lisensi pelatih harus dimiliki para pelatih dalam memajukan sepak bola sejak usia dini.

Menurut dia, di Nagekeo banyak pelatih sepak bola, namun belum semua memiliki lisensi. Padahal lisensi itu penting, karena dengan lisensi, sang pelatih dapat meningkatkan kemampuan melatih yang berdampak pada kualitas para pemain.

Karena itu kegiatan pelatihan ini diselenggarakan sebagai tuntutan kebutuhan pelatih sepak bola atas besarnya minat masyarakat terhadap olahraga sepak bola.

“Saat ini ada 21 orang pelatih dari berbagai club sepak bola yang ada di Nagekeo yang mengikuti pelatihan. Ke 21 orang ini adalah pelatih yang belum memiliki lisensi.  Materi dasar yang diberikan oleh instruktur meliputi ilmu-ilmu dasar sepak bola, yakni menyerang, bertahan, dan transisi. Selain itu memasukan juga unsur filosofi sepak bola Indonesia atau vilanesia, yakni mencetak karakter pemain,” katanya.

Narsumber dalam kegiatan tersebut adalah Kipnu Hasto Slamet, Lambertus Ara Tukan (Sekertaris Asprov PSSI NTT) dan Ermin Togo (Asisten Instruktur Asprov NTT).

Pelatihan pelatih ini menggunakan APBD II melalui DPA Dispora Nagekeo sebesar RP. 116.000.000.

“Kegiatan pelatihan ini pada dasarnya bertujuan untuk memupuk secara terus- menerus jiwa dan semangat generasi muda dibidang olahraga dalam rangka mempertebal semangat kebangsaan serta memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa. Disisi lain, peran pemuda pada bidang olahraga memiliki keterkaitan yang kuat, karena olahraga memerlukan kemampuan fisik yang baik, yang tentunya dimiliki oleh generasi usia produktif,” ujar Aja.

“Karena pemuda memiliki pernanan penting sebagai penggerak pembangunan, maka pemerintah berkewajiban memfasilitasi semaksimal mungkin dalam memberikan perhatian, dalam hal ini peningkatan kapasitas dan kualitas para pemuda untuk mendapatkan pencapaian terbaik dalam bidang olahraga, khususnya bagi para pelatih,” pungkasnya.

Hadir dalam acara pembukaan pelatihan pelatih tersebut antara lain Wakil Bupati Marianus Waja, Ketua KONI Nagekeo,  Elias Djo, dan Ketua Askap Nagekeo, Kris Du’a . (sg/ sg)

KOMENTAR SESUAI TOPIK DI ATAS

Please enter your comment!
Please enter your name here