Kultur politik ketakutan (dan penakutan) dan penjilatan yang telah melemahkan kerja akal sehat perlu segera dieliminir dalam eksekutif, juga dalam legislatif.
Kultur politik ketakutan (dan penakutan) dan penjilatan yang telah melemahkan kerja akal sehat perlu segera dieliminir dalam eksekutif, juga dalam legislatif.

sergap.id, LEWOLEBA – Dr. Justin Laba Wejak, MA, salah satu tokoh asal Kabupaten Lembata yang kini tinggal di Melbourne, Vikcoria, Australia, mengirim surat terbuka kepada Wakil Bupati (Wabup) Lembata, Dr. Thomas Ola Langoday, SE, MSi, pada Selasa 20/7/2021).

Berikut isi suratnya:

Pak Thomas Ola Langoday yang budiman;

Salam sua kembali dari Melbourne. Selamat atas kepercayaan menjalankan tugas-tugas Bupati Lembata beberapa bulan ke depan.

Pak adalah orang berilmu ekonomi dengan spesialisasi dalam bidang ekonomi pembangunan. Tentu itu bagus untuk Lembata. Dalam sisa waktu ini tunjukkan kepada ribu ratu Lembata bahwa aspek-aspek tertentu dari teori-teori ekonomi pembangunan memang berguna dalam praxis pembangunan Lembata ke depannya.

Bersama ribu ratu Pak membangun Lembata. Ribu ratu (rakyat) bukan obyek, tapi subyek pembangunan. Berdayakan mereka, bukannya diperdaya. Hormati mereka. Semoga mereka tidak diperlakukan sebagai pengemis pembangunan. Misal, mengemis jalan raya yang aman dan nyaman, mengemis air bersih, mengemis cahaya listrik di malam hari, dll. Sekali lagi rakyat bukan pengemis. Kesejahteraan mereka adalah hak mereka, dan itu tanggung jawab pemerintah.

Ada secuil harapan bahwa dalam waktu yang relatif singkat ini: a) Pak me-review kembali tunjangan-tunjangan gede utk Bupati, Sekda, dll; b) me-reshuffle kadis-kadis; dan c) menyatakan dukungan politis terhadap penyelesaian sejumlah persoalan hukum termasuk misalnya dugaan korupsi dalam  proyek mangkrak Awololong, masalah lingkungan hutan mangrove, perkara tanah di Merdeka, kekerasan-kekerasan berdarah, dll.

Tiga poin di atas, saya yakin, bisa Pak lakukan dengan tenang tanpa banyak gaduh, sekaligus  untuk menjawabi kegelisahan warga Lembata. Jika Pak bisa dan berhasil melakukannya, maka itu dapat menjadi “karcis politik” untuk maju lagi dan menang dalam Pilbup 2024 nanti.

Kultur politik ketakutan (dan penakutan) dan penjilatan yg telah melemahkan kerja akal sehat perlu segera dieliminir dalam eksekutif, juga dalam legislatif. Para ASN yang ‘di-non-job-kan’ untuk alasan-alasan yang susah dipahami akal sehat supaya segera ditinjau kembali dengan mengembalikan mereka ke dinas-dinas yang sesuai dengan bidang keahlian dan pengalaman kerja mereka.

Ini kesempatan berahmat buat Pak Thomas usai “kepergian” YS. Maaf, sedikit panjang tulisan saya. Doa dan harapan saya kiranya Pak Thomas dan keluarga senantiasa dalam lindungan Tuhan dan ina ama koda kwokot. (eb/eb)

KOMENTAR SESUAI TOPIK DI ATAS

Please enter your comment!
Please enter your name here