sergap.id, MAUMERE – Kelangkaan Pertalite di Kota Maumere, Kabupaten Sikka, NTT, memasuki hari ketiga. Sejumlah SPBU kehabisan stok, sementara antrean kendaraan mengular hingga bahu jalan, Minggu, 1 November 2026.

Pantauan di lapangan menunjukkan, kondisi tersebut terjadi di SPBU Madawat dan SPBU Lingkar Luar, kawasan Wolon Betan. Stok Pertalite di SPBU Madawat telah habis, sedangkan persediaan di SPBU Lingkar Luar terus menipis di tengah antrean panjang kendaraan roda dua dan empat.

Seorang pegawai SPBU Lingkar Luar yang meminta identitasnya dirahasiakan mengatakan, kekosongan Pertalite telah terjadi sejak tiga hari lalu.

Pada Minggu pagi, kondisi stok semakin kritis. Hingga pukul 08.45 WITA, persediaan diperkirakan hanya mampu bertahan sekitar 30 menit.

“Sepertinya 30 menit lagi minyak sudah habis,” tegasnya.

Akibatnya, kendaraan terus berdatangan dan antrean meluber hingga bahu jalan. Warga harus menunggu berjam-jam tanpa kepastian memperoleh BBM.

Albert, salah seorang pengendara sepeda motor, mengaku telah mengantre sekitar satu jam di SPBU Lingkar Luar, tetapi belum mendapat giliran.

“Semoga saya bisa dapat isi,” ujarnya.

Warga mendesak pemerintah dan Pertamina segera mengatasi tersendatnya pasokan serta mempercepat distribusi BBM ke Kabupaten Sikka.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari Pertamina maupun pemerintah mengenai penyebab kelangkaan dan kepastian normalisasi pasokan Pertalite di Maumere. (tt)