sergap.id, MAUMERE – Gempa bumi dahsyat berkekuatan M7,7 mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026). Gempa berpusat di timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, pada koordinat 8,41° LS dan 121,39° BT, dengan kedalaman sekitar 10–15 kilometer.

Guncangan kuat dirasakan di sejumlah wilayah NTT, antara lain Nagekeo, Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ende, Sikka, Alor, dan Lembata.

Situasi semakin mencekam setelah BMKG mengeluarkan peringatan potensi tsunami untuk sejumlah wilayah. Bahkan, perubahan muka air laut telah terdeteksi di beberapa lokasi.

Data pemantauan mencatat perubahan muka air laut 0,19 meter di Sikka pada pukul 05.03 WIB, kemudian 0,36 meter di Labuan Bajo pada pukul 05.26 WIB, serta 0,17 meter di Dompu pada pukul 05.29 WIB.

Setelah gempa pertama, gempa susulan berkekuatan M6,2 juga terpantau.

Berdasarkan informasi awal dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas B Maumere, gempa tersebut telah menimbulkan korban jiwa dan luka-luka.

Satu orang dilaporkan meninggal dunia, yakni Meliana Nenong, perempuan berusia 54 tahun.

Selain itu, dua perempuan dilaporkan mengalami luka-luka. Identitas keduanya masih dalam proses pendataan.

Informasi awal juga menyebut adanya korban meninggal dunia di Pelabuhan L. Say Maumere. Namun, informasi tersebut masih dalam proses verifikasi.

Data korban masih bersifat sementara dan dapat berubah setelah proses pendataan dan evakuasi di lapangan dilakukan secara menyeluruh.

Laporan awal kerusakan bangunan diterima dari Mbay I, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, serta Gereja Katolik Paroki Borong, Kabupaten Manggarai Timur.

Tingkat kerusakan di kedua lokasi tersebut masih dalam proses pendataan.

Guncangan gempa juga dirasakan di sejumlah wilayah kerja unsur SAR NTT, termasuk Manggarai Barat, Alor, Ende, Lembata, Sikka, Nagekeo, Manggarai, dan Manggarai Timur.

Tim SAR bersama instansi terkait terus bergerak melakukan pemantauan dan pendataan untuk memastikan dampak gempa secara lebih luas.

Peringatan tsunami menjadi perhatian utama setelah BMKG mendeteksi perubahan muka air laut di Sikka, Labuan Bajo, dan Dompu.

Sejumlah wilayah di NTT, NTB, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tenggara masuk dalam kategori SIAGA dan WASPADA sesuai peringatan yang dikeluarkan.

Masyarakat yang berada di wilayah terdampak diminta tidak panik, tetapi tetap meningkatkan kewaspadaan dan segera menjauhi pantai apabila mendapat perintah evakuasi.

Masyarakat juga diminta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi dan hanya mengikuti perkembangan resmi dari BMKG, pemerintah daerah, BPBD, Basarnas, serta instansi berwenang lainnya.

Menghadapi situasi tersebut, Kantor SAR Maumere telah berkoordinasi dengan BMKG Provinsi NTT, Pos SAR Manggarai Barat, Pos SAR Alor, Unit Siaga SAR Ende, Unit Siaga SAR Lembata, serta BPBD di wilayah kerja.

Direktorat Operasi juga menyiapkan personel Basarnas Special Group (BSG) untuk dikirim sebagai perkuatan ke Maumere apabila diperlukan.

Sementara itu, Kantor SAR Kupang disiapkan sebagai unsur perkuatan regional untuk mendukung operasi pencarian, pertolongan, evakuasi, maupun penanganan dampak bencana jika kondisi di lapangan membutuhkan tambahan personel dan peralatan.

  • Pemerintah Pusat Siap Turun Tangan

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi memastikan pemerintah pusat siap memberikan bantuan dan dukungan apabila diperlukan untuk menangani dampak gempa di NTT.

“Kami juga men-stand by-kan di Halim bilamana sewaktu-waktu diperlukan perbantuan dari pemerintah pusat, sudah kami siap siagakan,” kata Prasetyo di Istana Merdeka, Jakarta, Sabtu. (le/le)