
sergap.id, RITAPIRET – Duka mendalam menyelimuti keluarga, komunitas seminari, dan umat Katolik di Flores. Frater Leonardus Noprianto Waku mengembuskan napas terakhir pada Selasa (18/8/2026), setelah beberapa hari menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit TC Hillers Maumere.
Frater Leo menjadi salah satu korban yang mengalami cedera dalam gempa bumi yang mengguncang Flores pada 15 Agustus 2026.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, saat gempa terjadi, Frater Leo berada di lantai tiga kawasan Ritapiret. Dalam kepanikan dan situasi yang mencekam, ia melompat dari lantai tiga sebagai upaya menyelamatkan diri.
Akibat kejadian tersebut, Frater Leo mengalami cedera dan kemudian dilarikan ke Rumah Sakit TC Hillers Maumere untuk mendapatkan perawatan medis.
Namun, setelah berjuang selama beberapa hari dalam perawatan, kondisi Frater Leo akhirnya tidak tertolong. Ia meninggal dunia pada Selasa (18/8/2026).
Kepergian Frater Leo meninggalkan luka mendalam. Sosok yang dikenal sebagai bagian dari komunitas pendidikan dan pembinaan calon imam itu kini telah berpulang untuk selamanya.
Frater Leo berasal dari Paroki St. Yusuf Pekerja Baras. Ia merupakan alumni SMAK Seminari St. Yohanes Paulus II Labuan Bajo.
Kepergiannya datang di tengah suasana duka masyarakat Flores yang masih berusaha bangkit dan memulihkan diri setelah gempa bumi 15 Agustus 2026.
Kini, yang tersisa adalah kenangan, doa dan rasa kehilangan.
Selamat jalan, Frater Leo.
Semoga Tuhan menerima almarhum dalam kasih dan damai-Nya, serta memberikan kekuatan dan penghiburan bagi keluarga, sahabat, para formator, rekan-rekan frater, dan seluruh komunitas yang ditinggalkan. (sg/sg)
































