sergap.id, WAELENGGA – Warga Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur, diminta tetap waspada menyikapi aktivitas gempa yang masih berlangsung sejak gempa utama pada 15 Agustus 2026.

Sebab, sejak gempa utama itu, sampai saat ini telah lebih dari 5.000 gempa susulan mengguncang Flores dengan kekuatan yang bervariasi.

Gubernur NTT Melki Lakalena mengatakan, berdasarkan catatan BMKG, gempa yang terjadi memiliki magnitudo mulai dari 1,1 hingga 6,2.

Karena itu, masyarakat terdampak diminta tidak terburu-buru kembali menempati rumah yang mengalami kerusakan, apalagi langsung membangun rumah baru.

“Jangan dulu bangun rumah. Tahan-tahan dulu sampai gempanya lebih stabil,” pinta Melki saat berkunjung ke Waelengga, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur.

Melki mengingatkan, keselamatan warga harus menjadi prioritas. Rumah yang mengalami kerusakan akibat gempa perlu diperiksa terlebih dahulu untuk memastikan tingkat kelayakannya sebelum kembali ditempati.

Di sisi lain, Melki meminta seluruh kepala desa segera melakukan pendataan kerusakan rumah dan bangunan secara akurat.

Data tersebut harus mencantumkan klasifikasi kerusakan, mulai dari rusak ringan, rusak sedang hingga rusak berat, sesuai ketentuan yang berlaku.

Hasil pendataan selanjutnya dilaporkan kepada BPBD sebagai dasar pemerintah dalam menentukan penanganan dan penyaluran bantuan kepada warga terdampak.

  • Utang Warga Diberi Kelonggaran

Bukan hanya rumah dan fasilitas umum yang menjadi perhatian. Menurut Melki, pemerintah juga menyiapkan kebijakan untuk meringankan beban ekonomi masyarakat yang terdampak bencana.

Sesuai arahan Wakil Presiden dan Menteri Keuangan, masyarakat terdampak yang memiliki pinjaman pada perbankan, koperasi maupun pinjaman daring yang legal, nantinya akan mendapatkan kelonggaran dalam pembayaran.

Mekanisme dan teknis pelaksanaan kebijakan tersebut masih disiapkan pemerintah.

  • Jangan Anggap Gempa Sudah Berakhir

Di tengah aktivitas gempa yang masih berlangsung, Melki meminta masyarakat tetap tenang tetapi tidak lengah.

Warga diharapkan mengikuti informasi resmi pemerintah dan BMKG, menghindari bangunan yang mengalami kerusakan, serta tidak terburu-buru memperbaiki atau membangun kembali rumah sebelum dinyatakan aman.

Sebab lebih dari 5.000 gempa susulan bukan angka yang kecil. Jumlah tersebut menjadi pengingat bahwa aktivitas gempa masih perlu diwaspadai dan ancaman belum sepenuhnya berakhir. (cis/cis)