Kepala Kejaksaan Negeri Belu, Alfonsius Gebhard Loemau, SH. MH.

sergap.id, ATAMBUA – Kepala Kejaksaan Negeri Belu, Alfonsius Gebhard Loemau SH MH, mengatakan, pihaknya sedang menyelidiki sejumlah kasus dugaan korupsi dana desa di Kabupaten Malaka.

“Nilai kerugian negara diperkirakan mencapai miliaran rupiah,” ujar Alfonsius saat ditemui SERGAP di ruang kerjanya, Senin (17/6/19) siang.

Munurut dia, sejauh ini Kejari Belu sedang menyelidiki dugaan korupsi dana desa di Desa Nauke Kusa (Kecamatan Laen Manen), Desa Naiusu (Kecamatan Rinhat), Desa Halibasar dan Desa Weulun (Kecamatan Wewiku), serta Desa Babotin Selatan (Kecamatan Botin Leobele).

Kejari Belu juga, kata Alfonsius, akan menelusuri dugaan korupsi dana desa yang diberitakan media massa.

“Ini merupakan tugas Kejari,” tegasnya.

Usai bertemu Alfonsius, SERGAP berpapasan dengan Sekretaris Desa Weulun, Vincent, di depan kantor Kejari Belu.

Vinsen mengaku, dirinya bersama dua stafnya baru saja selesai memberi keterangan kepada penyidik terkait dugaan korupsi dana desa di Desa Weulun.

“Kami hadir memenuhi panggilan Kejari,” ucap Vinsen.

Kata dia, dana desa tahun 2017 dan 2018 di kelolah sendiri oleh mantan Kepala Desa Weulun, Robertus Bere Nahak.

Sebagai sekretaris desa, dirinya tidak tahu menahu penggunaan dana tersebut.

“Anggaran tahun 2017 itu dikelola oleh kepala desa lama, akan tetapi kepala desa sudah dipecat oleh Bupati Malaka. Untuk anggaran tahun 2018 dikelola oleh Plt Kepala Desa yang juga merupakan Kadis Koperasi Kabupaten Malaka, Stefanus Klau,” bebernya.

Menurut Vinsen, pada tahun anggaran 2017 ada beberapa item proyek dana desa yang tidak dikerjakan, diantaranya pengadaan sapi bibit dan pembangunan rumah sehat untuk warga.

“Anggaran 2017 itu semuanya dikerjakan oleh pak Jimmy Koy bersama Kades. Jimmy Koy sudah pernah dipanggil Kejari Belu, tetapi dia tidak perna memenuhi panggilan. Padahal pak Jemy itulah yang mengerjakan semua proyek di Desa Weulun, Desa Halibasar dan Desa Laleten,” paparnya.

Walau Jimmy Koy tidak memenuhi panggilan kejari,  kata Vinsen, sebagai sekretaris desa dia akan selalu siap memenuhi panggilan Kejari jika dibutuhkan. (sel/sel)

KOMENTAR SESUAI TOPIK DI ATAS

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.