Terdakwa TPPO, Diana Aman.

sergap.id, KUPANG – Salah satu terdakwa kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) berinisial DA hingga kini belum diketahui rimbanya, pasca pengalihan statusnya dari kurungan sel menjadi tahanan kota.

Terdakwa mendapat pengalihan status melalui keputusan Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Kelas IA Kupang, Nuril Huda. Alasan hakim adalah terdakwa mengalami sakit depresi. Ironisnya, setelah itu, terdakwa mangkir dari sidang kasusnya hingga dua kali, yakni pada tanggal 4 April 2017, dan 10 April 2017. Bahkan diduga DA telah melarikan diri keluar dari Kota Kupang.

Salah satu Jaksa di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Provinsi NTT yang mewanti-wanti agar namanya tidak di tulis di media ini, mengatakan, keputusan hakim mengalihkan status DA sangat tidak beralasan. Sebab, DA tidak memiliki rekam medis sebagai penderita depresi.

“Hakim tidak berhak menyimpulkan bahwa DA menderita depresi. Karena yang berkompeten menguji dan menyimpulkan bahwa terdakwa sakit atau tidak adalah dokter atau psikiater,” ujarnya kepada sergap.id, Selasa (11/4/17).

Menurut dia, seharusnya, sebelum mengalihkan status tahanan DA, hakim terlebih dahulu memastikan apakah terdakwa benar-benar sakit atau tidak. Caranya panggil dokter atau psikiater untuk periksa DA secara lengkap. Apalagi alamat tinggal DA di Kota Kupang tidak ada. “Terdakwa itu alamatnya tinggalnya di Pulau Jawa sana,” katanya.

Si Jaksa mengakui kalau sesuai KUHP, jaksa harus mengamankan keputusan hakim, termasuk melepas tahanan dari sel kurungan. “Tapi kalau alamat tinggal terdakwa saja tidak jelas, bagaimana kita mau mengawasi terdakwa setelah dia di luar sel? Kalau sudah begini (terdakwa melarikan diri) jaksa dipaksa menghadirkan terdakwa, ya kita cari dulu lah. Karena informasinya terdakwa sudah melarikan diri ke Jawa sana,” paparnya.

Humas PN Kelas IA Kupang, Jemmy Tanjung, menegaskan, pengawasan terhadap terdakwa adalah tugas jaksa. “Kami hanya keluarkan pengalihan penahanan saja dengan dasar pertimbangan bahwa terdakwa depresi. Sedangkan untuk hadirkan terdakwa (di persidangan) adalah urusan jaksa,” ucapnya.

Jemmy mengaku, alasan pengalihan status tahanan adalah karena terdakwa sedang sakit depresi. Namun ketika diminta bukti rekam medik terdakwa, Jemmy tak mampu menunjukan hal itu. “Soal sakit itu urusan dokter. Hakim bukan dokter, jadi tahu terdakwa sakit atau tidak,” kata Jemmy.

Tiga Kali Tak Hadir Sidang

Sementara itu, terdakwa TPPO lain yang juga berstatus sebagai tahanan kota, yakni Diana Aman sudah tiga kali tidak mangkir dari sidang di PN Kupang. Akibatnya sidang ditunda terus menerus, termasuk sidang hari ini dengan agenda pembacaan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Kota Kupang.

Di sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim, Nuril Huda didampingi dua hakim anggota yakni Jemmy Tanjung dan Fransiska Paula Nino ini, terdakwa hanya diwakili Edwin Siregar, kuasa hukumnya.

Diana juga seperti DA. Dia mendapat putusan pengalihan status tahanan dari hakim Nuril Huda. “Karena terdakwa tidak bisa hadir, maka sidang kita tunda hingga pekan depan,” ujar Nuril Huda saat memimpin sidang kasus TPPO, (Selasa, 11/4/17).

Terpisah, JPU Kejari Kota Kupang, Toby, mengaku, pihaknya telah siap membacakan tuntutan untuk Diana. “Tuntutan sudah kami siap untuk dibacakan dalam sidang, tapi terdakwa tidak hadir,” ucap Toby. (Cis/Rem)

KOMENTAR SESUAI TOPIK DI ATAS

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.