Aloisius Meba Muda

sergap.id, WAEKOKAK – Pembukaan sawah baru di lahan irigasi Mbay kiri mulai membuahkan hasil. Dari 100 hektar yang dibuka TNI AD pada tahun 2016 lalu, 8 hektarnya sudah siap panen pada akhir September 2018.

Kepala Desa Waekokak, Yohanes Sampraja Tonga, menjelaskan, dari 100 hektar yang ada, baru 16 hektar yang ditanami padi. Sedangkan sisanya belum diolah karena saluran irigasi belum dibuat untuk mengairi seluruh area sawah yang telah dibuka.

“Dari  16 hektar itu, hanya 8 hektar yang siap panen minggu depan,” ucap Yohanes kepada SERGAP di area persawahan Mbay Kiri, Kamis (13/9/18).

Menurut dia, saluran yang mengairi 16 hektar tersebut adalah hasil gotong royong warga.

“Selama ini kami di bantu oleh Dinas Pertanian Kabupaten Nagekeo melalui PPL, mulai dari pengolahan sampai panen. Dalam hitungan saya, sekitar minggu depan sudah bisa di panen untuk tahap pertama seluas 8 ketra,” kata Yonahes.

Sementara itu, Aloisius Meba Muda, petani sekaligus pemilik sawah di Mbay Kiri, mengaku, sangat bersyukur bisa menuai hasil dari lahan yang dahulu hanya bisa dijadikan lahan pengembalaan sapi dan domba.

“Bagi kami, ini merupakan sebuah rejeki yang luar biasa. Dari tahun 1996 daerah ini sangat gersang dan tandus. Tanam apa saja mati, ini di akibatkan tidak ada air. Tetapi dengan adanya program irigasi ini, lahan ini bisa difungsikan untuk hidup,” katanya.

Delapan hektar sawah irigasi Mbay Kiri yang siap dipanen.

Hal yang sama disampaikan Krison Soba. Kata pemilik sawah seluas setengah hektar di Desa Waekokak, Kecamatan Aesesa, Nagekeo ini, padi miliknya siap di panen.

“Lahan saya dan beberapa lainnya berada paling depan dan dekat dengan saluran induk. Sehingga lahan kami ini yang paling pertama di tanam. Karena itu minggu depan sudah siap untuk panen,” ujarnya. (sg/sg)

KOMENTAR SESUAI TOPIK DI ATAS

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.