Salah satu rumah yang rusak akibat gempa M7.7.
Salah satu rumah yang rusak akibat gempa M7.7.

sergap.id, FLORES – Gempa bumi berkekuatan 7,7 Skala Richter mengguncang Flores dan membawa dampak serius bagi masyarakat di sedikitnya tujuh kabupaten. Ribuan warga terdampak, ratusan rumah dilaporkan rusak, sementara sejumlah fasilitas umum, jalan, jaringan listrik, dan komunikasi ikut terganggu.

Di tengah situasi darurat tersebut, Wahana Visi Indonesia (WVI) langsung menurunkan tim tanggap bencana untuk melakukan respons kemanusiaan selama tiga bulan.

WVI menargetkan bantuan menjangkau sekitar 25.000 warga terdampak, termasuk 12.000 anak-anak yang berada dalam situasi rentan akibat bencana.

Langkah cepat dilakukan sejak hari pertama. WVI telah mendistribusikan 100 shelter kits serta mendirikan tenda pengungsian sebagai hunian sementara bagi warga yang rumahnya rusak atau tidak lagi aman ditempati.

Gempa kali ini tidak hanya mengguncang permukiman warga. Kerusakan juga terjadi pada rumah, jalan dan sejumlah fasilitas umum. Gangguan listrik serta jaringan komunikasi semakin memperumit kondisi masyarakat di wilayah terdampak.

Gempa berkekuatan 7,7 tersebut juga menjadi salah satu gempa terbesar yang pernah mengguncang Flores dalam beberapa dekade terakhir. Sebelumnya, Flores pernah diguncang gempa berkekuatan 7,8 pada 1992.

Direktur Nasional Wahana Visi Indonesia, Angelina Theodora, mengatakan pihaknya akan memprioritaskan kebutuhan mendesak masyarakat, khususnya anak-anak dan keluarga yang terdampak.

“Kami turut prihatin dengan terjadinya bencana gempa Flores. Kami akan mendukung anak-anak dan masyarakat di lokasi bencana agar tetap mendapatkan kebutuhan layak di tengah situasi yang sulit ini,” kata Angelina kepada SERGAP, Senin (17/8/26).

Menurutnya, setelah distribusi shelter kits, WVI akan memperluas respons pada kebutuhan air bersih, dukungan kebersihan dan sanitasi, layanan kesehatan, bantuan non-pangan, ruang ramah anak, pemulihan dini, serta dukungan psikososial bagi anak dan keluarga.

Kesaksian dari lapangan menggambarkan besarnya tekanan yang dirasakan warga. Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah Puskesmas di salah satu kecamatan di Kabupaten Manggarai Timur, Paskalis Jangkar, mengatakan masyarakat masih diliputi ketakutan setelah gempa.

“Masyarakat merasa sangat terguncang dengan gempa yang terjadi. Banyak rumah rubuh/rusak dan merasa takut. Kami merasa sangat terbantu karena ada bantuan dari WVI di hari yang sama. Kami bisa punya tempat tinggal sementara sembari menunggu kondisinya membaik,” ujarnya.

WVI menegaskan respons bencana tidak akan dilakukan sendiri. Koordinasi dengan pemerintah dan lembaga kemanusiaan lainnya terus dilakukan untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan kebutuhan penyintas dapat ditangani secara bertahap.

Bencana belum selesai ketika gempa berhenti. Ribuan warga kini menghadapi persoalan tempat tinggal, kebutuhan dasar, keamanan anak-anak, hingga pemulihan kehidupan sehari-hari.

WVI mengajak masyarakat luas turut membantu para penyintas gempa Flores melalui donasi ke BCA 478-3019 445 atas nama Yayasan Wahana Visi Indonesia, dengan menambahkan kode angka “6” pada nominal paling belakang. (sa/sa)