Romo Aloysius Dore Pr sedang berdiri di depan TPK gudang penyimpanan biji kopi milik PT Rero LAra.

sergap.id, HOKENG – Gudang PT Rero Lara milik Keuskupan Larantuka yang berlokasi di Hokeng, Kabupaten Flores Timur, dijarah maling pada tanggal 31 Desember 2017 malam. Sembilan karung kopi raib.

Aksi pencurian di gudang perusahaan Keuskupan yang bergerak di bidang pertanian dan perkebunan ini bukan yang pertama kali. Sebelumnya maling juga mencuri 1 unit sepeda motor, 3 buah mesin pemotong rumput dan BBM sebanyak 70 liter.

Polisi menduga, pelaku lebih dari satu orang. Para pelaku masuk ke gudang dengan cara merusak kunci pintu gudang.

Pastor mengelola PT. Rero Lara, Romo Aloysius Dore Pr, mengatakan, pada tanggal 31 Desember 2017 dirinya sedang berada di Adorana memberikan pelayanan misa tutup tahun di salah satu paroki di wilayah Adonara.

Ia baru mengetahui gudang dibobol setelah diberitahu oleh Pastor Paroki Hokeng, Pater Marianus SVD.

Pater Marianus juga yang melaporkanan kasus pencurian itu ke Polsek Wulanggitang.

Setelah mendapat laporan, aparat Polsek Wulanggitang  langsung bergerak cepat. Hasilnya, Selasa (2/1/18), sekitar pukul 10.00 Wita, polisi menemukan barang bukti berupa 7 karung kopi di salah satu kebun milik warga Suku Tukan di Kecamatan Wulanggitang, Flores Timur.

Barang bukti tersebut langsung evakusai oleh polisi dibantu anggota Koramil Wulanggitang.

Kini barang per karung dengan berat sekitar 60 – 70 kilo gram itu telah diamankan di Polsek Wulanggitang.

Lokasi penemuan 7 karung biji kopi milik PT Rero Lara di salah satu kebun milik warga suku Tukan.

“Saya bersama 2 karyawan sudah menjalani pemeriksaan sebagai saksi di polsek Wulanggitang . Kami  diperiksa oleh Kanit Reskrim Bripka Budi Efendi sejak pagi hingga siang,” ujar Romo Aloysius kepada SERGAP, Rabu (3/1/18).

Menurut Romo Aloysius, selain pencurian, pihaknya juga sering mendapat intimidasi dari lingkungan sekitar. Kondisi ini terjadi sejak April 2017.

“Pernah kami diancam , diusir, hasil perkebunan kami dijarah, warga membiarkan ternak sapi mereka masuk ke kebun kami dan merusak tanaman, melempari rumah kami, merusak kandang ayam, bahkan menjarah alat perkakas dapur. Jika ditotalkan, maka kerugian kami bisa mencapai ratusan juta rupiah. Dan, akibat kejadian ini, sejumlah karyawan tidak mau lagi bekerja di PT Rero Lara karena merasa takut dan terancam,” papar Romo Aloysius.

Dua anggota polisi sedang mengevakuasi barang bukti dari lokasi penemuan ke Polsek Wulanggitang.

Sementara itu, Uskup Larantuka Mgr. Fransiskus Kopong Kung, Pr yang ditemui SERGAP di Rumah Dioses Hokeng pada Rabu (3/1/2018), mengaku, sangat meyayangkan perbuatan pencuri dan sikap para peneror.

“Tindakan ini sangat brutal dan tidak bisa ditolerir lagi, karena sudah dilakukan berulang kali. Saya berharap Polres Flores Timur bekerja serius dan profesional dalam mengungkap tuntas kasus ini sampai di meja pengadilan.  Untuk sementara saya akan bertugas di rumah kami ini (Rumah Dioses Hokeng) mengkawal hingga kasus ini terungkap,” ucap Uskup Kung.

Uskup Kung sendiri sudah tiga hari tinggal di Rumah Dioses Hokeng.

Kaplores Flores Timur  melalui Kasubag Humas Polres Flores Timur, Ipda Herono Budiono, menjelaskan, sejauh ini polisi masih melakukan penyelidikan dan penyidikan.

“Kasus ini sedang dalam pendalaman oleh Polsek Wulanggitang. Tiga saksi sudah dimintai keterangan,” katanya. (ek/ek)

KOMENTAR SESUAI TOPIK DI ATAS

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.