Rumah Pengasingan Bung Karno di Jalan Perwira, Kota Ende, Kabupaten Ende.

sergap.id, ENDE – Rabu (22/8/18) kemarin sekitar pukul 14.30 Wita, saya berkesempatan mengunjungi rumah pengasingan Bung Karno di Kabupaten Ende.

Saat tiba di depan rumah yang berada di jalan Perwira di Kota Ende itu, aura ketokohan Bung Karno mulai terasa. Suasana batin saya tidak seperti biasa. Antara gugub dan takut bercampur menjadi satu. Apalagi ketika saya pijakan kaki persis di depan pintu rumah yang berwarna putih bergaris hijau itu.

Di disitu ada seorang penjaga rumah. Saya lantas dipersilahkan masuk. Dan, waduh… takjub saya menyaksikan peninggalan bersejarah yang ada di dalam rumah itu, seperti  piring sendok yang pernah dipakai Bung Karno semasa di tahan, setrika besi, tongkat, biola, tempat tidur dan lukisan dinding.

Sementara di ruang tamu terdapat meja dari marmer yang merupakan hadiah dari almarhum Hj. MH Rotta, dan di belakang ruang tamu itu terdapat kamar tidur milik Bung Karno. Dan, saya pun berkesempatan masuk ke kamar itu.

Saat akan masuk, tiba-tiba saya menjadi gugup, kepala saya terasa membesar dan buluk kuduk merinding. Dalam sati saya bergumam, angkerkah tempat ini?

Hanya sekitar 1,5 menit saya berada di kamar yang dilengkapi kelambu putih itu. Batin saya tidak tahan. Di kamar itu seperti ada penunggunya. Di bagian pojok kamar seperti ada sesosok orang yang samar terlihat dalam kegelapan. Spontan saya keluar dengan langkah yang terasa berat, seperti ada yang menahan. Iiihhhh saya benar-benar dibuat merinding.

Sumur Air di belakang rumah pengasingan Bung Karno di Ende.

Ya… di rumah inilah Bung Karno menjalani pengasingan selama enam tahun, sejak tahun 1933 hingga 1938.

Di luar rumah itu, terdapat pohon sukun bercabang lima. Pohon ini pula yang disebut-sebut mengilhami konsep Pancasila.

“Bukan hanya anda, tetapi para pengunjung lain juga sering mengaku merinding saat masuk ke rumah itu, seolah ada Bung Karno di sana,” ujar si penjaga rumah yang saya lupa menanyakan namanya.

Cerek air minum dan Katrol air sumur yang digunakan semasa pengasingan Bung Karno di Ende.

Menurut dia, warga sekitar rumah juga mengaku sering mendengar suara-suara aneh, seperti suara bantingan kursi dan suara orang bertengkar.

Pernah juga ada warga yang mendengar suara tarikan air sumur di tengah malam. Sejumlah ‘orang pintar’ atau dukun mengatakan bahwa itu adalah aktivitas arwah pelayan dan pengikut setia Bung Karno. Benarkah? (Sely Moa)

KOMENTAR SESUAI TOPIK DI ATAS

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.